Dedi Mulyadi Bantah Isu Telat Gaji, Ungkap Penyebab Gaji ASN Jabar Menyusut

- Rabu, 07 Januari 2026 | 16:15 WIB
Dedi Mulyadi Bantah Isu Telat Gaji, Ungkap Penyebab Gaji ASN Jabar Menyusut

Isu Gaji ASN Jabar, Dedi Mulyadi Buka Suara

Belakangan ini, beredar kabar yang cukup meresahkan di kalangan aparatur sipil negara di Jawa Barat. Isunya, gaji bulanan mereka belum juga cair hingga tanggal 5 Januari 2026. Kabar ini tentu saja langsung memicu kecemasan.

Namun begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tegas membantah informasi tersebut. Gubernur Dedi Mulyadi menyebutnya sebagai hoaks yang tak mencerminkan keadaan sebenarnya. Menurutnya, proses pembayaran gaji ASN berjalan normal. Memang, kondisi kas daerah di penghujung 2025 sempat menjadi perhatian, tapi hal itu tak lantas mengganggu kewajiban pemerintah untuk membayar gaji.

Dedi mengakui, saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Jabar di akhir tahun lalu sempat tipis, hanya tersisa sekitar Rp500 ribu. Tapi kondisi ini sifatnya sementara, tidak permanen.

"Sejak 2 Januari 2026 kas daerah Provinsi Jabar sudah terisi," ujar Dedi.

Ia menjelaskan, pengisian itu bersumber dari dana alokasi umum pusat dan pendapatan asli daerah. "Dan ada dua OPD yang masih tertinggal karena waktunya hari Jumat, jadi keburu Sabtu-Minggu libur, dan Senin sudah ter-transfer ke rekening masing-masing," lanjutnya.

Dengan masuknya dua sumber dana tadi, kas daerah disebutnya sudah kembali normal di awal tahun. Jadi, kata dia, tidak ada alasan untuk menunda-nunda pembayaran.

Di sisi lain, Dedi juga menanggapi soal keluhan lain: nominal gaji yang diterima kerap tak sesuai. Ia pun memberi penjelasan. Masalahnya bukan terletak pada pemotongan atau keterlambatan dari pemerintah daerah.

"Itu disebabkan bukan dana transfer dari Provinsi ke rekening ASN berkurang," tegasnya.


Halaman:

Komentar