Misteri Dentuman dan Cahaya Merah Menggantung di Langit Cianjur

- Selasa, 06 Januari 2026 | 22:00 WIB
Misteri Dentuman dan Cahaya Merah Menggantung di Langit Cianjur

Langit malam di kawasan utara Cianjur tiba-tiba tak lagi sunyi. Sekitar pukul sepuluh lewat seperempat, Senin malam lalu, suara gemuruh dan dentuman keras memecah keheningan. Tak lama berselang, kilatan cahaya kemerahan menyapu angkasa. Kejadian itu, tentu saja, bikin warga panik. Mereka berhamburan keluar rumah, hati was-was menanti apa yang bakal terjadi berikutnya.

Dede Sandi, salah seorang warga Kecamatan Cipanas, menggambarkan momen mencekam itu.

"Suaranya bergemuruh, dentumannya kencang banget. Kami semua langsung lari keluar. Lalu, dalam hitungan detik, langit mendadak merah menyala. Kami memutuskan bertahan di luar, nggak berani masuk. Baru setengah jam kemudian, setelah keadaan sepi lagi, kami masuk kembali ke rumah."

Keresahan warga pun sampai ke telinga pihak berwenang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menyelidiki. Supartoyo, Penyelidik Bumi Utama di sana, mengaku sudah mencatat laporan tersebut. Menurutnya, dentuman dan cahaya kemerahan itu diduga berkaitan dengan fenomena energi elektromagnetik di atmosfer.

Tapi, di sisi lain, ada yang masih mengganjal. "Kami masih mendalami penyebab pastinya," kata Supartoyo. Soalnya, saat kejadian, tidak terdeteksi aktivitas kegempaan apa pun yang biasanya jadi pemicu fenomena alam semacam ini.

Nah, sementara PVMBG masih mengulik sisi geofisikanya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) justru punya dugaan lain. Teguh Rahayu, Kepala BMKG Jawa Barat, menyoroti satu hal: alat pemantau mereka di Bandung sama sekali tidak merekam adanya aktivitas gempa atau pun petir di wilayah Cianjur malam itu.

"Petugas dan alat kami tidak menangkap sinyal kegempaan atau badai petir. Karena itu, kami menduga kuat aktivitas itu buatan manusia," jelas Teguh.

Dugaan BMKG ini tentu membuka spekulasi lain. Apakah ada aktivitas tertentu, misalnya, yang menimbulkan ledakan dan cahaya di langit? Pertanyaan itu masih menggantung.

Menghadapi situasi yang belum jelas ini, Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, berusaha menenangkan warganya. Dia meminta masyarakat agar tidak panik, meski tetap harus waspada.

"Kami masih menelusuri informasi pastinya. Warga jangan panik, tapi tetaplah waspada. Koordinasi dengan PVMBG dan BMKG sudah kami lakukan untuk mencari tahu penyebab sebenarnya," ujar Iwan.

Hingga berita ini diturunkan, misteri dentuman dan cahaya merah di langit Cianjur masih belum terpecahkan. Warga di Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi mungkin sudah kembali ke rutinitas. Namun, ingatan tentang malam yang gaduh oleh suara bergemuruh dan langit yang menyala merah itu, pasti masih tersimpan. Mereka menunggu jawaban yang konkret, sementara para ahli masih menyusun puzzle penyebabnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar