Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, saat sejumlah siswa Sekolah Rakyat (SR) unjuk kebolehan di hadapan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Mereka membacakan puisi dengan iringan musik, memukau para hadirin yang tampak takjub.
Kegiatan itu merupakan bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026). Penampilan Zahwa Anindita Fauzi, siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, menjadi sorotan. Dengan lantunan gitar dan lagu 'Pantaskah Surga Untukku', ia membacakan puisi berjudul 'Dari Jalanan Menuju Harapan' yang menggambarkan perjalanan hidupnya.
"Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan," ujar Zahwa dengan penuh percaya diri.
Selain musikalisasi puisi, para siswa gabungan dari Sekolah Rakyat Jakarta dan Bekasi juga menampilkan paduan suara dan pidato bahasa asing. Letkol Teddy yang didampingi Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga berdialog dengan orang tua dan siswa.
Program Presiden untuk Pendidikan
Dalam arahannya, Letkol Teddy menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali, bisa sekolah," kata Letkol Teddy.
Menurutnya, akses pendidikan gratis dan berkualitas di Sekolah Rakyat adalah untuk membuka jalan mewujudkan mimpi dan cita-cita yang sebelumnya mungkin sulit digapai. "Untuk itu Bapak Presiden memerintahkan Kementerian Sosial untuk membuat ini, dan Alhamdulillah sudah 43 ribu anak-anak yang belum bersekolah, bisa bersekolah sekarang," ujarnya.
Sementara itu, Gus Ipul mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan, sementara pembangunan sekolah permanen dilakukan oleh pemerintah pusat. "Gubernur, Bupati, Wali Kota menyediakan lahan, sementara dibangun menggunakan APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo," jelasnya.
Penampilan para siswa tersebut menjadi bukti nyata bahwa dalam satu tahun penyelenggaraan, mereka telah berkembang menjadi lebih percaya diri. Gus Ipul mencontohkan salah satu siswa yang sebelumnya belum lancar membaca bahasa Inggris, kini mulai menunjukkan kemampuan lebih baik. "Setahun di Sekolah Rakyat sudah lancar. Banyak lagi teman-temannya yang tidak bisa baca kelas 1 SMA, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa berprestasi," katanya.
Gus Ipul menegaskan bahwa latar belakang dan kemampuan siswa yang berbeda tidak menjadi alasan untuk membedakan mereka dalam mendapatkan kesempatan pendidikan. "Itulah harapan Bapak Presiden Prabowo. Sekolah Rakyat tidak membeda-bedakan kemampuan siswa yang ada. Setiap siswa berharga," tutupnya.
Berikut versi lengkap puisi yang dibacakan Zahwa Anindita Fauzi:
Dari Jalanan Menuju Harapan
Dulu,
Jalanan adalah panggung kami.
Di bawah lampu merah,
di antara suara klakson dan debu,
kami bernyanyi
sambil menengadahkan tangan.
Satu lagu untuk sesuap nasi.
Satu senyum untuk bertahan hari ini.
Kami melihat anak-anak lain
berangkat ke sekolah membawa buku.
Sementara kami membawa gitar kecil,
berjalan dari kendaraan
ke kendaraan.
Hari ini,
hidup kami mulai berubah.
Kami tidak lagi bernyanyi
untuk mendapatkan uang.
Kini kami bernyanyi
untuk menyambut masa depan.
Di Sekolah Rakyat,
kami punya tempat untuk belajar,
tempat untuk beristirahat,
makanan yang cukup,
guru-guru yang menyayangi,
dan teman-teman
yang tumbuh bersama kami.
Dulu jalanan
adalah tempat kami mencari makan.
Kini Sekolah Rakyat
adalah tempat kami
menjemput masa depan.
Dan kami punya seorang kakak,
yang mengingatkan kami
untuk berani bermimpi.
Letkol Teddy Indra Wijaya,
Duta Sekolah Rakyat,
mengajarkan kami,
bahwa dari mana pun kita berasal,
dengan disiplin, belajar, dan kerja keras,
kami pun bisa berdiri tegak
dan membanggakan Indonesia.
Terima kasih,
Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Terima kasih
telah melihat kami
Terima kasih
telah membuka pintu sekolah
dan memberi kami kesempatan
untuk mengubah kehidupan.
Artikel Terkait
Rindra Danantara Bela Lokasi Koperasi Merah Putih dan Wangsit Prabowo
BRIN Bikin Sepatu Karet Pesanan Prabowo, Warganet: Dulu Bisa Bikin Pesawat
Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Jubir Partai: Tak Membuat Kami Berpuas Diri
Survei IPO: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Dedi Mulyadi Mengancam