Sedangkan balancing fokus pada distribusi berat di setiap roda. Setiap ban atau roda mobil memiliki bobot yang berbeda, dan balancing diperlukan untuk memastikan bahwa berat di setiap roda seimbang.
Proses ini melibatkan penambahan bahan berat, seperti besi kecil atau timah, pada bagian tertentu dari pelek. Ketidakseimbangan berat pada roda dapat menyebabkan getaran yang tidak nyaman saat mengemudi dan dapat merusak komponen kendaraan seiring waktu.
Jika mengacu pada fungsinya, spooring memiliki fungsi menjaga kesejajaran roda dan mempertahankan stabilitas selama berkendara. Ini melibatkan upaya mencegah kendaraan agar tidak berbelok secara otomatis ketika kemudi dilepas, serta memberikan efek putar yang konsisten setelah melakukan belokan.
Balancing memiliki fungsi utama dalam memastikan bahwa roda berputar tanpa getaran berlebihan dan mengurangi tingkat kebisingan yang dapat terjadi selama perjalanan.
Untuk menjaga performa maksimal kendaraan, disarankan untuk melakukan spooring dan balancing secara berkala. Meskipun batas kilometer bervariasi tergantung pada karakteristik kendaraan, umumnya, perawatan ini dilakukan sekitar setiap 20 ribu kilometer atau setahun sekali.
Kedua proses ini saling melengkapi. Spooring menjamin kestabilan dan kemudahan mengemudi, sementara balancing memastikan bahwa beban berat terdistribusi dengan merata pada setiap roda.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Hyundai Creta Alpha Meluncur, Tampil Garang dengan Sentuhan Hitam Dominan
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia
Geely Pacu Ambisi, Targetkan Jual 3,45 Juta Unit di 2026 Usai Cetak Rekor