Sebelumnya, Dasco memang secara terbuka meminta pemerintah menunda rencana impor itu. Permintaannya dilatari oleh situasi dimana Presiden Prabowo Subianto masih berada dalam kunjungan kerja luar negeri.
“Jadi rencana untuk impor 105.000 mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco di Gedung Nusantara III, Senayan.
Dia berpendapat presiden perlu membahas rencana ini secara detail setelah pulang, sebelum memutuskan sesuatu yang final. “Tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” tambahnya.
Sementara itu, dari pihak yang berkepentingan, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan sikap patuhnya.
“Kami loyal, setia, dan taat kepada perintah,” katanya singkat.
Proyek pengadaan kendaraan untuk KDKMP ini memang sempat memicu perdebatan. Pasalnya, rencananya melibatkan impor masif dari India dengan dua produsen utama: Tata Motors dan Mahindra & Mahindra. Total pesanan untuk keduanya mencapai 105.000 unit dengan nilai fantastis, sekitar Rp24,66 triliun.
Rinciannya, Mahindra akan memasok 35.000 unit Scorpio Pick Up yang dibuat di pabrik mereka di Nashik, India. Sedangkan Tata Motors, melalui distributor lokalnya, mengirimkan 70.000 unit yang terbagi menjadi 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Artikel Terkait
DFSK Pamerkan Super Cab dengan Crane dan Gelora E Listrik di Giicomvec 2024
Jeep Indonesia Luncurkan Wrangler dan Gladiator Facelift 2026 di Hari 4x4
Australia Catat Sejarah: Impor Mobil dari China Kalahkan Jepang untuk Pertama Kali
WhatsApp Uji Coba Aplikasi Mandiri untuk CarPlay