Australia Catat Sejarah: Impor Mobil dari China Kalahkan Jepang untuk Pertama Kali

- Minggu, 05 April 2026 | 03:10 WIB
Australia Catat Sejarah: Impor Mobil dari China Kalahkan Jepang untuk Pertama Kali

Untuk pertama kalinya, Australia mengimpor lebih banyak mobil dari China ketimbang dari Jepang. Ini bukan sekadar pergeseran kecil, tapi perubahan besar di pasar otomotif Negeri Kanguru. Dominasi Jepang yang bertahan sejak 1998 akhirnya runtuh juga.

Data dari Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) cukup jelas menggambarkan situasinya. Pada bulan Februari lalu, Australia membeli 22.300 unit kendaraan dari China. Angka itu menguasai sekitar seperempat pasar dan berhasil menggeser Jepang yang 'hanya' mengirim 21.600 unit. Thailand berada di posisi ketiga dengan 19.400 unit.

Lalu, apa yang mendorong perubahan drastis ini? Jawabannya, sebagian besar, terletak pada gelombang elektrifikasi. Konsumen Australia ternyata mulai melirik kendaraan listrik dan plug-in hybrid, dan di sinilah merek-merek China unggul.

Ambil contoh BYD. Penjualannya melonjak fantastis, mencapai 160 persen hanya dalam dua bulan pertama tahun ini menjual 10.200 unit. Performa solid juga ditunjukkan Great Wall Motor (GWM) di segmen SUV dan pickup, dengan pertumbuhan penjualan 23,4 persen sepanjang 2025.

Di sisi lain, kondisi pasar Australia sendiri memang sangat kondusif. Produksi mobil lokal sudah berhenti bertahun-tahun lalu, sehingga hampir semua kendaraan yang berkeliaran di jalanan adalah hasil impor. Tanpa hambatan tarif yang berarti, plus minat yang tinggi terhadap SUV dan kendaraan komersial ringan, Australia jadi lahan subur bagi ekspansi merek global mana pun.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar