Performanya bersama Sporting Lisbon memang menarik perhatian. Baik di Liga Portugal maupun panggung Liga Champions, Quenda menunjukkan potensi yang luar biasa. Ruben Amorim, mantan pelatihnya di Sporting, juga memberikan testimoni positif.
Namun begitu, bagi Lijnders, mencari pengganti Silva adalah pekerjaan nyaris mustahil. Karakteristik pemain asal Portugal itu dianggap sangat unik dan langka.
Dia menambahkan, absennya Silva dalam satu laga saja sudah sangat terasa. Bayangkan jika dia hilang untuk satu musim penuh. “Saat dia tidak turun, kamu langsung tahu betapa dia dirindukan. Itu baru satu pertandingan. Coba pikirkan untuk satu musim,” ucap Lijnders.
Saat ini, Silva masih punya misi terakhir. Manchester City sudah mengamankan Piala Liga Inggris dan masih berjuang mengejar Arsenal di puncak klasemen. Belum lagi semifinal Piala FA melawan Southampton yang jadi kesempatan emasnya untuk memberikan kontribusi terakhir sebelum pamit. Sebuah akhir cerita yang, seperti kata Lijnders, semoga bisa tetap indah.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Pembuka Piala AFF 2026
Persija Terperosok, Jarak ke Puncak Kian Melebar Usai Takluk dari Bhayangkara
Marc Marquez Tenang Hadapi Awal Musim 2026 Tanpa Podium
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Brunei di Piala AFF 2026 dengan Skuad Baru dan Target Realistis