Lalu, fokusnya apa? Tim pelatih sekarang berusaha keras mentransfer sistem permainan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Itu prioritas. Souto berharap, pemain baru bisa cepat menyerap dan yang terpenting, menjaga identitas permainan Timnas Futsal Indonesia yang sudah ada. Itu target utama di turnamen kali ini.
“Masalah terbesar yang akan kami hadapi adalah mengingat sistem dan detail yang telah kami kerjakan bersama skuad senior selama satu setengah tahun. Sekarang waktunya memperkenalkan pemain baru,”
ungkapnya.
Dia realistis. Tak semua detail akan berjalan mulus di lapangan. Tapi itu wajar, bagian dari proses membentuk sebuah tim. Yang penting, fondasinya sudah tertanam.
“Jika mereka bisa mempertahankan identitas kami dan mengingat cara kami bermain, itu sudah cukup,”
tegas Souto.
Di sisi lain, pelatih asal Spanyol ini memandang Piala AFF 2026 sebagai bagian dari proses perkembangan jangka panjang. Lebih dari sekadar mengejar hasil, ia ingin memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para pemain muda ini.
“Kami datang ke sini untuk memberi pengalaman kompetisi bagi para pemain ini. Kami sedang dalam masa evolusi dan harus berkembang,”
pungkasnya.
Artikel Terkait
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru
Hodak Tegaskan Sembilan Laga Sisa Sebagai Final Penentu Gelar Juara
Bos Aprilia Peringatkan Timnya Jangan Lengah Meski Puncaki Klasemen MotoGP
Persija Bertekad Hentikan Tren 5 Laga Tak Terkalahkan Bhayangkara di Lampung