MARANELLO Udara di pabrik Ferrari terasa berbeda belakangan ini. Setelah tiga balapan pembuka musim 2026, target yang semula tampak jelas kini sedikit mengabur. Charles Leclerc, sang pembalap andalan, dengan jujur mengakui satu hal: untuk mengejar Mercedes yang tampil luar biasa, mereka harus berbenah. Dan fokusnya ada pada jantung mobil, power unit.
Ya, persaingan musim ini memang sengit. Ferrari sempat dianggap penantang terdekat, tapi hasil di GP Jepang pekan lalu menunjukkan ancaman lain: kebangkitan McLaren yang tak bisa diremehkan. Podium ketiga Leclerc di Suzuka, di belakang Kimi Antonelli (Mercedes) dan Oscar Piastri (McLaren), adalah pengingat keras bahwa pekerjaan rumah mereka masih menumpuk.
Padahal, balapan di Jepang itu diawali dengan cukup impresif. Start dari posisi empat, Leclerc sukses melibas dua Mercedes sekaligus di lap-lap awal. Sayangnya, nasib kurang beruntung menghampiri. Safety Car keluar tepat setelah ia masuk pit, strategi tim pun buyar.
Ia menghela napas. "Tentu saya tidak merasa sangat senang karena ini hanya finis ketiga. Tapi mengingat segala sesuatunya, kami cukup tidak beruntung."
Artikel Terkait
PSS Sleman di Puncak Pegadaian Championship, Tekanan Meningkat Jelang Akhir Musim
PSIS Semarang Hadapi Barito Putera dalam Duel Penuh Tekanan di Liga 2
Bursa Transfer Super League: Pemain Brasil Kembali Jadi Primadona
Didi Hamann: Harry Kane Nyaman di Bayern, Kemungkinan Kembali ke Premier League Tipis