Suasana di Stadion BSC Budaörs, Hungaria, mendadak tegang sesaat sebelum laga kualifikasi Piala Eropa U-21 2027 dimulai. Saat para pemain Israel maju untuk ritual jabat tangan, pemain Timnas Bosnia Herzegovina U-21 justru berdiri diam. Mereka menolak bersalaman. Aksi diam itu, singkat namun penuh makna, langsung terekam jelas oleh kamera dan memicu gelombang perbincangan di dunia maya.
Bagi banyak yang menyaksikan, langkah itu jelas sebuah protes. Sebuah sikap politik yang diungkapkan di atas lapangan hijau. Diduga kuat, aksi no handshake tersebut adalah bentuk solidaritas para pemuda Bosnia terhadap korban agresi militer Israel di Palestina dan Iran belakangan ini. Mereka memilih untuk menyampaikan pesan tanpa sepatah kata pun.
Fenomena seperti ini sebenarnya sudah punya preseden. Dalam beberapa tahun terakhir, kita sudah melihat atlet dari berbagai negara dan cabang olahraga melakukan hal serupa. Mereka menolak berjabat tangan, atau bahkan menolak bertanding, sebagai bentuk dukungan moral untuk Palestina. Ini jadi semacam bahasa universal di dunia olahraga untuk menyuarakan penolakan terhadap kekerasan.
Menariknya, aksi protes itu rupanya tidak mengganggu konsentrasi pertandingan. Setelah momen canggung itu berlalu, kedua tim langsung fokus pada permainan. Laga berjalan ketat, pertahanan kedua belah pihak sulit ditembus. Hasilnya? Skor akhir 0-0, sebuah hasil yang mungkin mencerminkan ketegangan yang sudah terasa sejak awal.
Artikel Terkait
Wakil Kepala BGN Laporkan Dugaan Jual Beli Titik SPPG ke Bareskrim, Kerugian Korban Capai Rp1,9 Miliar
Pemabuk Diamuk Massa di Tangsel Usai Diduga Lecehkan Anak 9 Tahun
Kondisi Anggota DPR Gus Hilman Berangsur Membaik, Dijadwalkan Jalani Operasi Panggul
Gunung Bromo Ditutup Total 30 Mei–2 Juni 2026 untuk Ritual Yadnya Kasada