Faktanya, Aprilia saat ini memang sedang jaya-jayanya. Mereka memimpin klasemen dengan Bezzecchi di puncak, dan Martin mengintip dari posisi kedua. Situasi yang hampir sempurna. Meski begitu, Rivola malah makin berhati-hati.
Menurut sejumlah saksi, dia terus mengingatkan seluruh tim untuk tetap membumi. “Kami belum terbiasa berada di puncak,” tegasnya. Hal yang harus dilakukan cuma satu: tetap rendah hati dan bekerja seperti biasa.
“Motor kami bagus. Pabrikan di Noale itu luar biasa, diisi orang-orang fantastis. Secara keseluruhan, paket yang kami miliki memang kompetitif,” tutup mantan petinggi Ferrari itu.
Ke depan, Aprilia tentu berharap tren positif ini terus berlanjut. Seri berikutnya, MotoGP Amerika Serikat 2026 di Sirkuit COTA, Austin, akan jadi ujian nyata. Balapan yang dijadwalkan pada 27-30 Maret itu bakal menunjukkan, apakah mereka benar-benar siap dengan “masalah” dua pembalap top tadi.
Artikel Terkait
Hiroshi Aoyama Puji Comeback Fantastis Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil
Ducati Akui Tertinggal dari Aprilia di Awal MotoGP 2026
Veda Ega Pratama Tak Puas dengan Podium Perdana, Fokus ke Moto3 AS
Mercedes Incar Hattrick, Ferrari Siap Gagalkan Dominasi di F1 GP Jepang 2026