Kabar mengejutkan datang dari Anfield. Mohamed Salah, sang ikon Liverpool, memutuskan untuk mengakhiri petualangannya bersama The Reds. Kontraknya yang sebenarnya masih panjang, hingga 2027, diputuskan lebih awal. Dia akan pergi begitu musim ini berakhir, mencari tantangan baru di luar Merseyside.
Pengumuman itu dia sampaikan sendiri lewat unggahan media sosial. Suasana haru langsung terasa.
"Sayangnya waktunya sudah datang. Ini adalah bagian pertama dari salam perpisahan saya, saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim," tulis Salah.
Ia kemudian menumpahkan isi hatinya. Rupanya, kedekatannya dengan klub dan kota itu jauh melebihi ekspektasinya sendiri. "Saya ingin memulai dengan mengatakan saya tidak menyangka betapa dalamnya klub ini, kota ini, orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya. Liverpool bukan hanya klub sepak bola, tapi juga gairah, sejarah, semangat," ungkapnya.
Perjalanan sembilan tahun penuh kenangan. Ada tawa kemenangan, ada juga air mata kekalahan. Semuanya dia lewati bersama.
"Kami merayakan kemenangan, memenangkan trofi terpenting, dan berjuang bersama melalui masa-masa sulit. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, terutama rekan-rekan setim saya di masa lalu dan sekarang," ucap Salah.
Namun begitu, pujian terbesarnya ditujukan untuk para fans. Basis pendukung yang legendaris itu.
"Dan bagi para fans, saya tidak punya cukup kata untuk bersyukur kepada kalian. Kalian memberikan dukungan bagi saya dan berdiri bersama saya di masa-masa tersulit, itu sesuatu yang tidak akan saya lupakan dan akan selalu saya ingat," ujarnya penuh rasa terima kasih.
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang mengharukan, sekaligus mengukuhkan ikatan abadi. "Perpisahan tidak pernah mudah, kalian memberikan momen terbaik dalam hidup saya, dan saya akan selalu menjadi salah satu dari kalian. Klub ini akan selalu menjadi rumah saya dan keluarga saya, terima kasih atas segalanya, karena kalian saya tidak akan pernah berjalan sendiri."
Statistiknya selama membela Liverpool sungguh fantastis. Datang dari AS Roma di tahun 2017 dengan harga yang kini terlihat murah, pria 33 tahun itu langsung menjadi mesin gol. Dari 435 penampilan, ia mencetak 255 gol dan membagikan 122 assist. Angka yang gila.
Prestasi timnya juga gemilang. Dua gelar Premier League, satu Liga Champions yang dramatis di Madrid, satu Piala FA, dua Piala Liga, plus gelar-gelar dunia seperti Piala Dunia Antarklub dan Community Shield. Secara pribadi, ia empat kali menjadi top skorer liga Inggris. Warisannya sudah tak terbantahkan.
Kini, era Salah di Liverpool memasili babak akhir. Anfield akan kehilangan salah satu putra terbaiknya. Dan sepak bola Inggris, kehilangan salah satu pemain terhebat dekade ini.
Artikel Terkait
Harga BBM Dunia Terbang Akibat Konflik AS-Israel-Iran, Libya dan Iran Paling Murah
Presiden Prabowo: Indonesia Kini Swasembada Pangan, Tak Lagi Impor Beras
Jakarta Mulai Gerakan Pemilahan Sampah Antisipasi Pembatasan Timbunan di Bantargebang
Pemimpin ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global