Survei BI Ungkap Gelombang Optimisme Konsumen Menjelang Akhir 2025

- Selasa, 09 Desember 2025 | 12:30 WIB
Survei BI Ungkap Gelombang Optimisme Konsumen Menjelang Akhir 2025

Menjelang akhir tahun 2025, optimisme masyarakat tampaknya terus menguat. Hal ini setidaknya terkonfirmasi dari survei terbaru Bank Indonesia yang dirilis belum lama ini. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada November lalu tercatat melonjak ke level 124,0. Angka ini jelas berada di zona optimistis, mengingat batasnya adalah 100.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Oktober 2025, IKK 'hanya' 121,2. Artinya, dalam sebulan, kepercayaan konsumen naik hampir tiga poin.

Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, perbaikan ini tak lepas dari dua pilar utama.

"IKE dan IEK masing-masing tercatat sebesar 111,5 dan 136,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 109,1 dan 133,4,"

Demikian penjelasan Denny dalam keterangan resminya, Selasa (9/12). Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sama-sama menguat, jadi bukan sekadar harapan belaka.

Yang menarik, gelombang optimisme ini ternyata merata. Dari segi pengeluaran, semua kelompok menunjukkan peningkatan. Posisi teratas dipegang oleh kelompok dengan pengeluaran bulanan di atas Rp 5 juta, dengan IKK 130,6. Mereka yang berada di kisaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta juga tak kalah optimis, mencatat angka 126,9.

Lalu bagaimana dengan faktor usia? Ternyata, peningkatan juga terjadi di semua lapisan. Generasi muda, khususnya mereka yang berusia 20–30 tahun, jadi penyumbang utama dengan indeks tertinggi 128,6. Ini bisa jadi sinyal bagus untuk pergerakan ekonomi ke depan.

Dari sisi geografis, hasilnya pun menggembirakan. Mayoritas kota yang disurvei mencatat kenaikan IKK. Tapi ada tiga kota yang pertumbuhannya paling mencolok: Manado, Mataram, dan Medan. Lonjakan di ketiga kota ini seolah mengkonfirmasi bahwa perbaikan persepsi ekonomi benar-benar terjadi dari barat sampai timur Indonesia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler