JAKARTA – Peringatan keras datang dari Kremlin. Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyebut aksi pembunuhan terhadap para pemimpin dan pejabat tinggi Iran oleh Amerika Serikat dan Israel bakal berujung pada “konsekuensi serius”.
“Ini adalah anomali. Dan anomali semacam ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa ada akibatnya,” tegas Peskov, seperti yang dilaporkan sejumlah media.
Menurutnya, apa yang terjadi sekarang justru menunjukkan Iran tengah aktif membela diri. Namun begitu, situasi ini malah berpotensi membuka kotak Pandora. Konflik di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan kian meluas dan sulit dikendalikan.
“Kita lihat Iran sedang membela diri, dan caranya cukup aktif. Sayangnya, yang kita saksikan justru kecenderungan konflik untuk melebar,” ucapnya lagi.
Peskov juga punya catatan lain. Upaya-upaya yang diduga bertujuan menggulingkan rezim, alih-alih melemahkan, justru berisiko menyatukan rakyat Iran di belakang pemerintahannya.
“Sudah jelas sekarang, tindakan seperti ini cuma bikin rakyat Iran makin solid mendukung pimpinan mereka,” lanjutnya.
Latar belakang peringatan ini adalah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Tidak tinggal diam, Teheran membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah aset Israel dan Amerika di kawasan.
Artikel Terkait
Paus Serukan Gencatan Senjata dan Dialog untuk Akhiri Konflik di Timur Tengah
Jasa Marga Imbau Disiplin Pengendara di Jalur One Way dan Contraflow Arus Balik
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Perairan Halmahera Selatan
Kas PT Vale Indonesia Menyusut Drastis Didorong Ekspansi Investasi