Arus balik pasca-Lebaran 2026 ternyata masih belum menunjukkan tanda-tanda reda. Pada Rabu (25/3) kemarin, atau H 4 Idulfitri, pemandangan di ruas tol Trans Jawa masih sangat padat. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat, lebih dari 23 ribu kendaraan dari arah Timur menuju Jakarta melintas hanya dalam shift pertama hari itu.
Angka itu sungguh fantastis. Bayangkan, lonjakannya mencapai 193 persen dari kondisi normal yang biasanya hanya di bawah 10 ribu kendaraan.
Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, memberikan rinciannya.
"Berdasarkan data shift 1 tanggal 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 23.921 kendaraan. Ini meningkat 193,15 persen dari lalu lintas normal sebanyak 8.160 kendaraan," jelas Ria dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).
Menurutnya, tingginya volume ini jelas menunjukkan gelombang arus balik masih terus berlangsung. Dan kemungkinan besar akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Menyikapi kondisi itu, JTT bersama aparat kepolisian pun mengambil sejumlah langkah. Mereka sempat memberlakukan sistem satu arah (one way) di beberapa ruas strategis. Mulai dari KM 263 Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama. Tak hanya itu, mereka juga melakukan buka-tutup secara situasional di ruas Semarang hingga Batang.
"Tujuannya untuk menjaga kelancaran dan meminimalkan potensi kemacetan parah di sepanjang Trans Jawa," tambah Ria.
Kalau kita lihat datanya lebih jauh, peningkatan sebenarnya sudah terasa sejak hari H Lebaran. Pada periode 21 hingga 24 Maret, misalnya, tercatat 239.383 kendaraan yang melintasi GT Cikampek Utama menuju Jakarta. Jumlah itu naik lebih dari dua kali lipat tepatnya 108,44% dibanding arus normal.
Secara keseluruhan, dalam rentang H-10 sampai H 3 (11-24 Maret), pergerakan kendaraan dari Timur ke Jakarta melalui gerbang itu mencapai 415.448 unit. Ada kenaikan sekitar 6,45%.
Lalu, bagaimana dengan arus sebaliknya?
Ternyata, arus menuju Timur juga ikut ramai. Melalui GT Cikampek Utama yang sama, terpantau 184.146 kendaraan bergerak ke arah Jawa Tengah dan Timur. Itu artinya naik 65,88 persen. Jadi, bisa dibilang, jalan tol masih jadi pilihan utama masyarakat untuk mudik dan balik meski sesak.
Ria juga menyebut, peningkatan serupa terpantau di sejumlah ruas tol lain yang dikelola grup JTT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tampaknya, puncak kepulangan tahun ini memang berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Artikel Terkait
Zulkifli Hasan: Sampah Jakarta Akan Diolah Jadi Listrik Mulai 2027
Polrestabes Makassar Bekuk Tiga Pembobol Rumah di Perumahan Sudiang, Kerugian Capai Rp12,5 Juta
LPDP 2026 Tetapkan Skor Minimal TOEFL dan IPK untuk Pendaftar S2 dan S3
Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Sleman, Warga Mengungsi Akibat Sesak Napas