HARIAN, JAKARTA – Podium ketiga Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Minggu (22/3/2026), jelas bukan prestasi biasa. Apalagi ini baru balapan keduanya di musim 2026. Pujian pun mengalir deras, salah satunya dari sosok yang sangat paham rasanya berdiri di puncak: Hiroshi Aoyama.
Ya, Manajer Honda Team Asia sekaligus juara dunia 250cc 2009 itu tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Bagi Aoyama, pencapaian Veda sebagai rookie sungguh luar biasa.
“Untuk seorang rookie di balapan keduanya, ini adalah hasil yang fantastis,” ujar Aoyama, usai lomba.
Ia mengacungi jempol. Tak cuma soal hasil akhir, tapi juga drama yang mengiringi.
Balapan Panas dan Restart Mendebarkan
Menurut Aoyama, balapan di Brasil berlangsung sangat sengit. Suasana makin panas setelah insiden yang menimpa David Almansa. Crash itu memaksa panitia mengibarkan bendera merah, dan lomba harus diulang dengan jarak pendek hanya lima lap.
“Red flag akibat David Almansa crash mengubah segalanya,” katanya. “Kami kemudian menjalani restart singkat lima lap.”
Nah, di sinilah momentum berubah. Pada lap kedua setelah restart, posisi Veda dan rekan-rekannya jauh lebih baik. Mereka punya peluang untuk menyerang.
“Di lap kedua, kedua pembalap berada di posisi yang lebih baik untuk mendorong,” beber Aoyama.
Artikel Terkait
Hargreaves Sarankan Liverpool Rekrut Michael Olise untuk Gantikan Mohamed Salah
Tim Geypens Masuk Skuad, Dean James Dicoret Jelang FIFA Series
Zulfahmi Khairuddin: Level Hakim Danish Tak Kalah dengan Veda Ega Pratama
Ducati Akui Tertinggal dari Aprilia di Awal MotoGP 2026