Persijap Jepara Menjadi Penentu Nasib Persis Solo di Zona Degradasi Liga 1

- Minggu, 10 Mei 2026 | 12:30 WIB
Persijap Jepara Menjadi Penentu Nasib Persis Solo di Zona Degradasi Liga 1

Tekanan di papan bawah kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia kini berpusat pada satu pertarungan emosional: menentukan tim mana yang akan menyusul ke Liga 2 setelah PSM Makassar berhasil mengamankan diri dari jerat degradasi. Di tengah hiruk-pikuk persaingan tersebut, Persijap Jepara justru memegang momentum krusial yang secara tidak langsung dapat menentukan nasib Persis Solo musim ini.

Hasil imbang yang diraih Persis saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya pekan lalu menjadi titik balik yang menyelamatkan PSM Makassar dari ancaman degradasi. Kini, beban tekanan sepenuhnya beralih ke tiga tim lainnya, yakni Persijap Jepara, Persis Solo, dan Madura United. Persijap sendiri saat ini menempati peringkat ke-15 klasemen dengan koleksi 31 poin, hanya satu tingkat di atas zona merah yang mengancam.

Situasi tersebut membuat laga tandang melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium menjadi pertandingan hidup mati bagi Laskar Kalinyamat. Kemenangan akan membawa Persijap selangkah lebih dekat menuju keselamatan. Sebaliknya, kekalahan dapat membuka kembali celah bagi Persis Solo yang secara matematis masih berpeluang untuk bertahan di kasta tertinggi.

Dalam kondisi penuh tekanan ini, nama Carlos Franca menjadi tumpuan utama bagi publik Jepara. Striker asal Brasil itu datang dengan motivasi tinggi menghadapi Persita. Ia menyadari bahwa setiap poin yang diraih dalam dua pekan terakhir dapat menentukan apakah Persijap tetap berada di kasta tertinggi atau justru harus terlempar ke Liga 2.

“Yang terpenting sekarang kita bisa recovery karena jeda pertandingan cukup singkat agar kami bisa tampil maksimal karena kami sangat membutuhkan poin,” ujar Franca.

Pernyataan tersebut menggambarkan situasi yang dihadapi Persijap saat ini: kelelahan, tekanan psikologis, tetapi tetap memiliki peluang besar untuk menentukan nasib sendiri. Secara tidak langsung, perjuangan Persijap kini ikut menentukan nasib Persis Solo. Jika Persijap mampu meraih kemenangan atau setidaknya menjaga jarak poin, maka peluang Persis untuk selamat akan semakin menipis.

Dengan demikian, momentum yang dimiliki Persijap saat ini bukan sekadar tentang menyelamatkan diri sendiri, melainkan juga berpotensi menjadi jalan yang mengirim Persis Solo turun ke kasta kedua. Situasi ini membuat papan bawah kompetisi musim ini terasa sangat dramatis.

Beberapa pekan lalu, justru PSM Makassar yang berada dalam tekanan besar setelah dihajar Arema FC dengan skor telak 0-3 di Stadion Kanjuruhan. Namun, hasil imbang yang diraih Persis melawan Persebaya akhirnya menjadi penyelamat bagi Pasukan Ramang. Kini, PSM dapat sedikit bernapas lega dan mulai fokus melakukan evaluasi besar untuk menyambut musim depan. Sebaliknya, tekanan yang sebelumnya menghantui Makassar kini berpindah ke Jepara, Solo, dan Madura.

Bagi Persijap, keberhasilan bertahan di kasta tertinggi akan menjadi pencapaian besar, mengingat mereka sepanjang musim harus berjuang dengan keterbatasan kedalaman skuad. Meski demikian, tim asal Jepara itu masih memiliki satu modal penting, yaitu efektivitas permainan. Carlos Franca menjadi simbol utama dari kekuatan tersebut. Dari 27 pertandingan yang telah dijalani musim ini, penyerang asal Brasil itu telah mencatatkan sembilan gol dan tiga assist. Angka tersebut menunjukkan betapa vital perannya dalam menjaga Persijap tetap hidup di tengah persaingan ketat papan bawah.

Kecepatan dan kemampuan Franca dalam membaca ruang menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan. Dalam pertandingan dengan tekanan tinggi seperti melawan Persita, kualitas individu semacam itu bisa menjadi faktor pembeda.

Kini, dua pekan terakhir kompetisi bukan lagi sekadar tentang perebutan gelar juara atau tiket ke ajang Asia. Lebih dari itu, ini adalah pertarungan untuk bertahan hidup. PSM Makassar telah lolos dari tekanan tersebut. Dan sekarang, Persijap memegang momentum yang dapat menentukan apakah Persis Solo tetap bertahan di kasta tertinggi atau harus menerima kenyataan pahit untuk turun ke Liga 2.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags