Pramono Anung Resmikan Car Free Day Rutin di Rasuna Said Mulai 1 Juni 2026

- Minggu, 10 Mei 2026 | 13:35 WIB
Pramono Anung Resmikan Car Free Day Rutin di Rasuna Said Mulai 1 Juni 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan mulai diberlakukan secara rutin setiap pekan mulai 1 Juni 2026. Kepastian itu disampaikan saat ia menghadiri pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta sekaligus deklarasi gerakan 'Jaga Jakarta Bersih; Pilah Sampah' pada Minggu (10/5/2026) pagi.

Menurut Pramono, antusiasme warga pada hari pertama uji coba CFD di kawasan Rasuna Said tercatat cukup tinggi. Fenomena itu menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah untuk memutuskan program tersebut berjalan secara efektif mulai bulan depan. “Tadi teman-teman pasti juga sempat melihat bahwa suasana Car Free Day yang kita adakan di tempat ini, yang dimulai dari jam 05.30, sama dengan di Sudirman-Thamrin, nantinya secara efektif akan kami lakukan per 1 Juni,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pramono mengaku terkejut melihat tingginya animo masyarakat yang memadati kawasan tersebut sejak pagi hari. “Karena memang permintaan publik yang luar biasa dan tadi saya juga surprise, kaget, baru hari pertama untuk car free day ternyata dari pagi berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias,” katanya.

Sementara itu, Pramono juga mengungkapkan bahwa kawasan HR Rasuna Said tengah dipersiapkan menjadi ikon baru Jakarta. Ia menargetkan proses pengerjaan kawasan tersebut rampung pada bulan depan. “Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa Jakarta sedang berbenah untuk mempunyai ikon baru di jalan ini. Memang belum selesai, tetapi bulan depan pasti akan selesai,” ujarnya.

Di luar pembahasan mengenai CFD, Pramono turut menyinggung gerakan pemilahan sampah yang kini mulai diterapkan serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari upaya mengurangi sistem pembuangan sampah langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. “Kalau sekarang kan semuanya angkut, dumping di Bantar Gebang. Sekarang kita mulai dengan dipilah terlebih dahulu; organik dan anorganik dipisahkan,” ujar dia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar