Alwi mencoba bangkit, memangkas selisih sedikit. Tapi Tanaka terlalu solid. Ia menjaga jarak aman dan masuk interval dengan skor 11-7.
Pasca-jeda, situasi makin sulit bagi Alwi. Permainan Tanaka makin rapat, sulit ditembus. Poin demi poin diraih Tanaka, sementara Alwi seperti kehilangan akal. Jaraknya melebar menjadi 11-17.
Pada titik itu, jalan kembali tampak tertutup. Tanaka akhirnya dengan percaya diri mengunci kemenangan 21-12, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara Swiss Open 2026.
Kekalahan ini tentu pahit. Bukan hanya untuk Alwi, tapi untuk kontingen Indonesia secara keseluruhan. Sebelumnya, nasib serupa sudah dialami Putri Kusuma Wardani di partai final tunggal putri. Artinya, Indonesia pulang dari Basel tanpa satu gelar pun.
Yushi Tanaka layak diacungi jempol. Konsistensi dan taktik permainannya di final sungguh mematikan. Sementara bagi Alwi Farhan, ini adalah pelajaran berharga. Runner-up di turnamen level ini jelas bukan prestasi buruk, tapi rasa kecewa pasti ada. Tinggal bagaimana ia bangkit untuk pertarungan berikutnya.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Pontianak Tuan Rumah AVC Champions League 2026
Bruno Gomes Bangkit, Persis Solo Hajar Bali United 3-0