Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman

- Jumat, 13 Maret 2026 | 00:00 WIB
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman

Lalu, apa dampaknya kalau investasi Rp1,5 triliun itu benar-benar nyata? Perubahannya bisa dramatis.

Dana sebesar itu bisa mengubah segalanya. Fasilitas klub bisa ditingkatkan, infrastruktur akademi dibenahi, bahkan GBLA mungkin bisa dapat sentuhan baru. Rekrutmen pemain level Asia pun jadi lebih mungkin. Bahkan, nama stadion kebanggaan itu berpeluang disertai sponsor internasional.

Singkatnya, Persib berpotensi melompat jauh, bukan cuma jadi penguasa domestik tapi juga kekuatan yang disegani di Asia Tenggara.

Tapi, semua itu masih "jika" dan "andaikan". Realitas paling keras tetap ada di lapangan rumput.

Laga Tetap yang Utama

Di balik gemuruh rumor investasi, ada tugas konkret: menghadapi Persik Kediri di GBLA. Catatan kandang Persib musim ini mengerikan: 12 pertandingan, 12 kemenangan. Mereka mencetak 22 gol dan cuma kebobolan sekali. Statistik monster.

Gelandang Thom Haye mengaku punya motivasi ekstra. Hasil imbang 1-1 di pertemuan pertama jadi pelecut.

katanya. Semangat serupa terasa dari bek Federico Barba, meski ia mengingatkan bahwa Persik bukan lawan sembarangan. Mereka solid dan disiplin.

Pelatih Bojan Hodak punya pesan jelas: jangan lengah. Setiap tim yang datang ke GBLA pasti ingin mencuri poin. Ia juga waspada dengan serangan Persik yang bisa mematikan.

Tapi Hodak lega. Hampir semua pemainnya fit, bahkan pilihannya jadi banyak. Itu problem yang disukai setiap pelatih.

Jadi, inilah posisi Persib sekarang. Di satu sisi, ada pintu terbuka menuju transformasi finansial yang belum pernah terbayangkan. Di sisi lain, ada lapangan yang menuntut kemenangan dan konsistensi. Sebab, dalam sepak bola, uang memang penting. Tapi reputasi besar hanya dibangun dari satu hal: menang.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar