Di BayArena yang ramai, Rabu dini hari WIB tadi, Arsenal nyaris saja menelan kekalahan. Tapi Kai Havertz punya cerita lain. Striker itu sukses mengeksekusi penalti di menit akhir, menyelamatkan The Gunners dari kekalahan dan memaksa Bayer Leverkusen puas bermain imbang 1-1 pada leg pertama 16 besar Liga Champions.
Skor ini menghentikan rekor sempurna Arsenal di kompetisi elit Eropa musim ini. Namun begitu, hasil ini membuat segalanya masih sangat terbuka untuk leg kedua nanti. Semua masih mungkin.
Arsenal langsung menancap gas sejak kick-off. Tekanan tinggi mereka langsung berbuah pelanggaran. Robert Andrich bahkan sudah dicoret kartu kuning wasit di menit kedua karena menjatuhkan Viktor Gyökeres.
Meski digempur awal, Leverkusen pelan-pelan bangkit. Christian Kofane, pemain muda 19 tahun itu, mulai mengendalikan aliran serangan. Beberapa percobaannya dari jarak jauh masih bisa diamankan David Raya dengan relatif mudah. Ibrahim Maza juga dapat peluang dari umpan Kofane, sayangnya tembakannya melenceng jauh.
Justru Arsenal yang hampir unggul. Di suatu serangan balik cepat, Gabriel Martinelli melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang Janis Blaswich! Hampir saja. Di ujung lain, Gabriel Magalhães harus turun tangan memblok tembakan Jarell Quansah. Babak pertama pun berlanjut dengan permainan fisik yang ketat, minim peluang jelas hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, suasana berubah. Leverkusen langsung menciptakan ancaman serius. Sundulan Martin Terrier memaksa Raya melakukan penyelamatan spektakuler. Ancaman dari sepak pojok tak lama kemudian tak bisa lagi dihentikan.
Robert Andrich, bebas dari kawalan, menanduk bola masuk ke gawang Arsenal. 1-0 untuk tuan rumah. BayArena meledak.
Arsenal berusaha bangkit. Declan Rice mengirim umpan matang dari tendangan bebas, disambut kepala Piero Hincapié, tapi melambung tinggi. Sang pelatih lalu memasukkan Noni Madueke untuk menyegarkan serangan sayap. Tapi pertahanan Leverkusen terlihat kokoh, sulit ditembus.
Waktu terus berlalu. Jurriën Timber dapat peluang lewat sundulan, lagi-lagi bola melayang di atas mistar. Kekalahan seperti sudah di depan mata.
Artikel Terkait
Kiper Maarten Paes Dihujani Kritik, Peran Jordi Cruyff di Transfer Ajax Disorot
Nasib Tragis Wakil Inggris di Liga Champions: Enam Tim Raih Hanya Dua Poin
Aston Villa Hadapi Ujian Berat di Lille di Tengah Momentum Buruk
Ganda Putra Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Swiss Open 2026