Hakim Konstitusi Anwar Usman akhirnya buka suara. Pertanyaan soal ketidakhadirannya yang kerap terjadi dalam sejumlah sidang MK akhirnya dijawab. Menurutnya, ada alasan kesehatan yang ia alami sejak awal tahun lalu.
"Awal 2025 itu, saya benar-benar merasakan sakit yang belum pernah sebelumnya. Bisa dibilang saya jatuh, bukan sekadar pingsan lagi. Sampai hilang ingatan sama sekali, saya kira sudah tamat riwayat saya," ungkap Anwar kepada awak media di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
Ia langsung dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian itu. Tak tanggung-tanggung, kata dia, masa pemulihannya ternyata butuh waktu yang tidak sebentar.
"Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada pilihan lain, harus opname," ujarnya.
"Ini bukan cuma istirahat biasa. Perawatan pemulihannya sendiri, kata dokter, bisa antara satu sampai dua tahun."
Di sisi lain, Anwar juga mengungkapkan rutinitas barunya. Saat ini, ia harus minum obat beberapa kali dalam sehari. Bahkan, di tengah pembicaraan dengan wartawan, ia sempat menunjukkan contoh obat yang ia konsumsi.
"Jujur, jarang yang tahu kalau saya tiap hari minum obat, tiga bahkan kadang empat kali. Nah, ini contohnya di kotak obat. Saya tunjinkan biar jelas. Ini loh contoh obatnya. Sekali lagi, ini bukan untuk dijadikan alasan, ya," paparnya sambil memperlihatkan sebuah kotak.
Namun begitu, Anwar berusaha menegaskan satu hal. Sepanjang empat dekade kariernya di dunia hukum, ia mengklaim tak pernah sekalipun mengambil cuti.
"Dari tahun 85, hampir 40 tahun jadi hakim, saya tidak pernah cuti. Insyaallah tidak pernah," tegasnya.
Pernyataan itu ia lanjutkan dengan nada yang lebih khusyuk. "Baik saat jadi Kepala Biro Kepegawaian di MA, naik ke eselon satu, sampai di sini. Dalam menjalankan tugas, buat bangsa dan negara, saya tidak kenal kata 'nanti dulu'."
Artikel Terkait
Meta dan Microsoft PHK Ribuan Karyawan demi Genjot Investasi AI
Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 82 Ribu Kiloliter Solar di Perairan Banyuasin
Tiga Kapal Induk AS Dikerahkan Serentak di Timur Tengah di Tengah Gencatan Senjata Rapuh dengan Iran
Pemprov DKI Tutup Paksa White Rabbit, Bareskrim: Langkah Tepat Berantas Peredaran Narkoba