Bagi Ernando, ini adalah kelanjutan dari perjalanannya di timnas beberapa tahun terakhir. Terakhir ia masuk skuad adalah pada kualifikasi Piala Dunia Oktober lalu. Saat itu ia cuma jadi pelapis, tak mendapat menit bermain saat Indonesia berhadapan dengan Arab Saudi dan Irak.
Di sisi lain, muncul juga suara sumbang dari sebagian pengamat dan suporter. Mereka merasa ada nama lain yang layak dipertimbangkan: Reza Arya Pratama, kiper andalan PSM Makassar.
Performanya di bawah mistar Juku Eja dinilai stabil dalam beberapa musim. Konsistensi Reza itu yang membuat beberapa orang berpendapat ia seharusnya bisa bersaing untuk tempat di timnas.
Ya, perdebatan seperti ini memang sudah jadi bagian dari dinamika seleksi pemain timnas. Setiap pelatih punya pertimbangannya sendiri mulai dari statistik, faktor pengalaman, sampai kebutuhan taktis tim di lapangan.
Kini, bola ada di tangan John Herdman. Dari lima kiper yang dipanggil, cuma satu atau dua yang kemungkinan besar akan turun dalam dua laga FIFA Series nanti.
Buat Ernando Ari, panggilan ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak berdiri di bawah mistar gawang Merah Putih meski perdebatan dan sorotan tak pernah berhenti mengikutinya.
Artikel Terkait
Debut Imran Nahumarury Sukses, Semen Padang Kalahkan PSBS Biak 2-0
Persebaya Dipecundangi Borneo 1-5, Lini Depan Jadi Sorotan
Herdman Panggil Victor Dethan dan Bawa Kembali Baggott untuk FIFA Series 2026
Xavi Tuding Laporta Halangi Kepulangan Messi dan Sebut Ada Tangan Tak Terlihat di Balik Pemecatannya