Di tengah terik matahari siang di SPAM Cipinang Gading, Bogor Selatan, suasana tampak berbeda. Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor baru saja mendapat pengakuan penting: sertifikat halal untuk layanan air bersihnya. Penyerahan sertifikat itu dilakukan langsung oleh Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham, kepada Direktur Utama Perumda, Rino Indira Gusniawan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut hadir menyaksikan momen ini.
Bagi Aqil Irham, langkah ini bukan sekadar formalitas. Air, dalam kehidupannya sehari-hari, punya peran yang sangat mendasar. Ia tak cuma untuk diminum atau memasak, tapi juga untuk bersuci thaharah. Itu sebabnya kepastian soal kehalalannya menjadi hal yang krusial.
"Air itu aspek vital. Selain untuk kebutuhan harian, ia digunakan untuk thaharah. Nah, dengan sertifikasi ini, masyarakat dapat yakin bahwa proses penyediaan air bersihnya sudah memenuhi prinsip kebersihan, kualitas, dan mutu yang terjamin," jelas Aqil Irham.
Dia menambahkan, manfaatnya juga dirasakan oleh pelaku usaha. Bayangkan saja, banyak kafe dan restoran yang sedang berjuang mengurus sertifikat halal. Ketersediaan air yang sudah jelas status halalnya tentu akan sangat memudahkan mereka dalam memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, Wali Kota Dedie A. Rachim menyambut baik pencapaian ini. Menurutnya, sertifikasi halal pada sistem air minum adalah langkah strategis untuk membangun dan memperkuat kepercayaan publik.
"Ini memberi jaminan pada warga bahwa proses pengolahan air yang mereka gunakan sehari-hari telah melalui standar yang jelas. Semuanya bisa dipertanggungjawabkan," ujar Dedie.
Sementara itu, dari sisi pengelola, Rino Indira Gusniawan mengungkapkan bahwa prosesnya tidak sederhana. Pengolahan air melibatkan banyak komponen teknis di dalam instalasi. Mulai dari jaringan pipa, material filter, hingga pelumas mesin semuanya harus dipastikan kesesuaiannya dengan standar halal yang ketat.
"Semua komponen itu kami teliti satu per satu. Tujuannya jelas, agar masyarakat benar-benar mendapat kepastian," kata Rino.
Perumda Tirta Pakuan saat ini melayani kurang lebih 200.000 pelanggan, yang berasal dari sekitar 300.000 keluarga di Bogor. Dengan sertifikat halal di tangan, layanan mereka kini tak hanya sekadar menyediakan air bersih, tetapi juga turut menguatkan ekosistem produk halal di tingkat lokal. Sebuah langkah kecil yang dampaknya bisa sangat luas bagi kehidupan warga.
Artikel Terkait
Ketua Komisi II DPR Usul Ambang Batas Parlemen Diterapkan hingga ke Daerah
Mendikti Temukan 7.000 Data Anomali UTBK, Kecurangan Terdeteksi Dini
Bareskrim Ungkap Transaksi Narkoba Jaringan The Doctor Capai Rp 211 Miliar
Pemprov DKI Jadwalkan Tiga Kali Pemadaman Lampu Serentak Sepanjang 2026, Mulai dari Hari Bumi