Persib Bandung Hadapi Duel Klasik Lawan Persija dan PSM di Enam Laga Penentu Gelar Juara Super League

- Jumat, 24 April 2026 | 10:00 WIB
Persib Bandung Hadapi Duel Klasik Lawan Persija dan PSM di Enam Laga Penentu Gelar Juara Super League

JAKARTA Perburuan gelar juara Super League 2025/2026 sudah masuk ke fase yang benar-benar panas. Musim hampir berakhir, dan peta persaingan mulai mengerucut. Tiga tim utama Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta masih punya peluang, walau besarnya beda-beda. Tapi di balik itu semua, ada dua tim yang bisa jadi “pengganggu” paling serius: Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Persib Bandung, sang juara bertahan, masih nyaman di puncak klasemen dengan 65 poin. Ambisi mereka buat hattrick gelar jelas bukan sekadar mimpi. Tapi jalan menuju trofi musim ini nggak akan gampang. Enam laga tersisa, dan mayoritas lawannya berat termasuk duel klasik yang penuh gengsi.

Dalam waktu dekat, Persib bakal menjamu Arema FC. Secara statistik dan performa, Maung Bandung lebih diunggulkan. Apalagi di pertemuan pertama mereka menang 2-1. Dukungan penuh Bobotoh juga pasti jadi suntikan moral besar di laga itu.

Tapi tantangan sesungguhnya baru datang setelahnya. Persib harus tandang ke markas Bhayangkara FC, lalu menjamu PSIM Yogyakarta. Dua laga ini di atas kertas masih bisa diamankan. Tapi jangan lupa, PSIM sempat menahan Persija di laga sebelumnya jadi potensi kejutan tetap ada.

Puncak ujian Persib justru ada di dua laga beruntun melawan rival klasik: Persija Jakarta pada 10 Mei dan PSM Makassar pada 17 Mei. Dua pertandingan ini bisa jadi penentu arah juara.

Menghadapi Persija di kandang lawan? Nggak mudah. Rivalitas panjang kedua tim selalu bikin tensi naik. Apalagi Persija sendiri lagi berjuang menjaga asa juara. Laga ini bisa berubah jadi “final kecil” yang penuh tekanan. Sangat realistis kalau Persib kehilangan poin di sini.

Setelah itu, mereka harus bertandang ke markas PSM Makassar. Tim ini lagi bangkit, performanya solid, kepercayaan diri naik. PSM berpotensi jadi batu sandungan serius. Imbang atau bahkan kalah itu bukan skenario mustahil buat anak asuh Bojan Hodak.

Kalau skenario itu terjadi, jalan Persib menuju gelar bakal makin terjal. Meski diprediksi tetap menang atas Persijap Jepara di laga pamungkas, total poin mereka diperkirakan cuma berhenti di angka 77.

Di sisi lain, Borneo FC di posisi kedua terus menempel ketat dengan selisih tipis. Jadwal sisa mereka relatif lebih “ramah”. Pesut Etam berpotensi mengumpulkan hingga 74 poin. Tapi tetap ada jebakan, seperti lawan Bali United dan Malut United yang bisa menghambat laju.

Sementara itu, Persija Jakarta jadi kuda hitam. Peluang mereka lebih kecil 59 poin dari lima pertandingan sisa. Macan Kemayoran harus tampil sempurna kalau mau menjaga asa juara tetap hidup.

Yang menarik, Persija punya peran ganda. Selain ngejar poin, mereka juga bisa jadi “penentu nasib” Persib. Laga kontra Persib pada 10 Mei bakal jadi salah satu pertandingan paling krusial musim ini.

Kalau Persija bisa mengalahkan Persib, mereka bukan cuma menjaga peluang sendiri, tapi juga membuka jalan buat Borneo FC mendekat. Sebaliknya, kalau gagal, Persib bakal makin sulit dikejar.

PSM Makassar juga ada di posisi serupa. Meski bukan kandidat juara utama lagi, performa mereka yang mulai stabil bikin mereka jadi ancaman nyata. Kemenangan penting atas Persik Kediri jadi bukti kalau PSM sudah menemukan ritme permainan lagi.

Dengan dukungan penuh suporter di Stadion BJ Habibie, PSM punya potensi besar menjegal langkah Persib. Dalam situasi di mana setiap poin berharga, hasil imbang saja sudah cukup buat mengguncang puncak klasemen.

Semua ini bikin perburuan gelar makin seru. Persib memang masih di posisi terdepan, tapi jalannya nggak mulus lagi. Setiap pertandingan sekarang ibarat final. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Gelandang Persib, Marc Klok, sadar betul situasi ini. Ia menekankan pentingnya fokus penuh di setiap laga sisa.

“Semua tahu situasi kita, semua tahu yang penting adalah (pertandingan) besok,” kata Klok.

Ia juga menegaskan ambisi tim buat bangkit setelah hasil imbang sebelumnya. “Dan kita sangat senang untuk main lagi dan di waktu yang sangat cepat karena kita kemarin imbang.”

Nggak ada pilihan lain buat Persib selain menang, terutama di kandang. “Kita ingin kemenangan di kandang. Kita butuh menang dan kita sangat antusias untuk besok,” tegasnya.

Pada akhirnya, musim ini nggak cuma ditentukan konsistensi tim papan atas, tapi juga kemampuan mereka melewati “jebakan” dari tim-tim yang siap merusak rencana.

Persija Jakarta dan PSM Makassar kini ada di posisi strategis sebagai pengganggu. Mereka mungkin bukan favorit utama, tapi justru punya peran penting dalam menentukan siapa yang bakal angkat trofi di akhir musim.

Dalam kompetisi seketat ini, satu hasil imbang saja bisa mengubah segalanya. Dan di sinilah letak dramanya juara nggak cuma ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tapi juga siapa yang mampu bertahan dari tekanan hingga detik terakhir.

Laga Sisa Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League:

Persib Bandung

  1. Persib vs Arema (24/4)
  2. Bhayangkara FC vs Persib (30/4)
  3. Persib vs PSIM (4/5)
  4. Persija Jakarta vs Persib (10/5)
  5. PSM vs Persib (17/5)
  6. Persib vs Persijap (22/5)

Borneo FC

  1. Borneo FC vs Semen Padang (25/4)
  2. Persik vs Borneo FC (29/4)
  3. Borneo FC vs Persita (5/5)
  4. Bali United vs Borneo FC (11/5)
  5. Persijap vs Borneo FC (17/5)
  6. Borneo FC vs Malut United (23/5)

Persija Jakarta

  1. Persija Jakarta vs Persis (27/4)
  2. Persijap vs Persija (4/5)
  3. Persija vs Persib (10/5)
  4. Persik vs Persija (16/5)
  5. Persija vs Semen Padang (23/5)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar