MAKASSAR PSM Makassar mulai bergerak. Bukan cuma soal selamat dari jerat degradasi di sisa musim Super League 2025/2026. Di tengah tekanan klasemen yang bikin dag-dig-dug, manajemen Juku Eja justru berani melirik ke depan. Salah satu langkah yang mulai mengerucut: perpanjangan kontrak untuk sang penyerang, Sheriddin Boboev. Ini sinyal kalau klub enggak cuma mikir jangka pendek, tapi juga lagi ngecor pondasi buat masa depan.
Nama Boboev lagi panas-panasnya. Penyerang asal Tajikistan ini konsisten di klub, dan baru-baru ini juga bersinar di level internasional ia bawa Timnas Tajikistan lolos ke Piala Asia 2027. Momen kayak gini jelas jadi nilai jual yang susah diabaikan.
Tapi alasan PSM pengen pertahankan dia bukan cuma soal jumlah gol. Boboev kasih dimensi lain dalam permainan. Ia bukan striker yang cuma nunggu bola di kotak penalti. Lebih dari itu, dia pemain dengan mobilitas tinggi aktif buka ruang, jembatani lini serang, dan bikin tekanan ke pertahanan lawan.
Di situasi tim yang lagi berjuang keluar dari tekanan, karakter kayak gini jadi emas. Mungkin dia bukan mesin gol murni, tapi kontribusinya di skema permainan kerasa banget. Apalagi mental bertandingnya kuat, bikin dia tetap stabil meski situasi lagi pelik.
Itu keliatan dari pernyataannya jelang laga penting.
“Kita bekerja memaksimalkan. Saya pikir laga besok cukup penting, kita akan berusaha memberikan segalanya, tiga poin,” katanya.
Ucapan itu bukan basa-basi. Boboev beneran buktiin di lapangan. Saat lawan Persik Kediri, ia jadi pembeda nyetak gol di menit ke-60 yang bikin PSM unggul dan kuasai jalannya pertandingan.
Lebih dari itu, ia juga negesin komitmennya ke tim.
“Saya tahu tugas saya membantu klub. InsyaAllah kita bisa keluar dari situasi sulit ini. Saya sudah punya pengalaman sebelumnya di situasi seperti ini,” ucapnya.
Yang menarik, Boboev ngeliat tekanan bukan sebagai beban, tapi justru sebagai bahan bakar.
“Ini hanya membuat kita jauh lebih kuat secara emosi dan bagaimana lebih baik handle pressure, ambil tanggungjawab dari tugas-tugas kita,” sebutnya.
Mentalitas kayak gini sejalan sama nilai lokal yang dipegang kuat PSM Makassar: siri’ na pacce rasa harga diri dan solidaritas yang jadi identitas klub. Di sini, Boboev bukan cuma pemain asing. Ia sosok yang bisa nyerap dan nerapin nilai itu ke dalam permainan.
Selain Boboev, manajemen juga dikabarin bakal ngamankan beberapa pilar utama lain. Yuran Fernandes tetap jadi figur sentral di lini belakang, sekaligus pemimpin tim. Victor Luiz kasih keseimbangan sebagai bek kiri modern yang doyan bantu serangan. Sementara Savio Roberto jadi kreator utama di lini tengah.
Keempat nama ini udah jadi tulang punggung permainan PSM beberapa musim terakhir. Pertahanin mereka artinya jaga stabilitas tim di tengah rencana perombakan yang mungkin terjadi.
Nah, beda cerita sama Gledson Paixão. Meski punya kualitas sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan duel dan distribusi bola yang oke, posisinya belum aman. Persaingan di sektor ini ketat banget, jadi kontribusinya harus bener-bener menonjol kalau mau dipertahankan.
Faktor ekonomi juga ikut main. Kalau nilai kontrak yang diminta enggak sebanding sama dampak yang dikasih, manajemen kemungkinan bakal cari alternatif lain. Pendekatan ini nunjukkin kalau PSM sekarang lebih rasional dalam nyusun skuad ngutamain efisiensi tanpa ngurbanin kualitas.
Di sisi lain, performa tim di lapangan juga jadi penentu. Waktu lawan Persik Kediri, PSM nunjukkin peningkatan yang signifikan. Mereka tampil disiplin, agresif, dan bisa ngontrol pertandingan. Gol pembuka dari Yuran Fernandes lewat penalti di menit ke-37 jadi awal dominasi mereka.
Masuk babak kedua, intensitas permainan enggak turun. Justru di fase ini Boboev nunjukkin perannya dengan nyetak gol kedua. Keunggulan itu bikin tim makin percaya diri buat ngendaliin permainan sampai peluit akhir.
Asisten pelatih Ahmad Amiruddin sebelumnya udah ngegas soal pentingnya mentalitas.
“Saya sudah ingatkan pemain bahwa di laga besok jadi pembeda adalah mentalitas kalian,” sebutnya.
Ia juga nambahin, “Di masa sulit seperti ini, mental menentukan seberapa jauh kita melangkah, seberapa bagus kita capai, itu tergantung mentalitas kita sebagai individu maupun sebagai satu tim.”
Pesan itu keliatan jelas di lapangan. PSM enggak cuma main pake strategi, tapi juga semangat kolektif yang kuat. Dukungan suporter di Stadion BJ Habibie jadi energi tambahan yang dorong performa tim.
Sekarang, sembilan laga tersisa bukan cuma soal bertahan di liga. Ini juga jadi ajang seleksi alami buat skuad musim depan. Buat Boboev, setiap penampilan adalah penguat statusnya sebagai bagian penting tim. Sedangkan buat pemain lain kayak Gledson, ini kesempatan terakhir buat buktiin diri.
PSM Makassar lagi di persimpangan: antara bertahan dan membangun ulang. Tapi satu hal mulai keliatan jelas arah masa depan klub bakal dibangun di atas pemain yang enggak cuma berkualitas, tapi juga punya mentalitas kuat dan semangat juang tinggi.
Dan dalam konteks itu, Sheriddin Boboev kayaknya udah memastikan tempatnya.
Artikel Terkait
Indonesia Hadapi Aljazair di Laga Pembuka Thomas Cup 2026, Fajar Alfian Ingatkan Tim agar Tak Lengah
Kiandra Ramadhipa Siap Bersaing di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Satu-satunya Wakil Indonesia
FIFA Pastikan Iran Tetap Ikut Piala Dunia 2026, Bantah Wacana Diganti Italia
Alycia Baumgardner Masuk Enam Besar Peringkat Pound-for-Pound Tinju Putri Usai Kalahkan Bo Mi Re Shin