Pelatih Red Sparks Tak Lagi Incar Megawati, Beralih ke Pemain China untuk Musim Depan

- Jumat, 24 April 2026 | 10:01 WIB
Pelatih Red Sparks Tak Lagi Incar Megawati, Beralih ke Pemain China untuk Musim Depan

HARIAN, JAKARTA – Ada yang berubah di Daejeon. Dulu, Ko Hee-jin menangis saat melepas Megawati Hangestri Pertiwi pulang ke Indonesia. Sekarang? Kabarnya, pelatih Red Sparks itu sudah tidak lagi menginginkan sang bintang kembali untuk musim 2026/2027. Cerita yang dulu begitu emosional, tiba-tiba berbelok arah.

Perubahan sikap ini jelas bikin banyak orang terkejut. Dua musim lalu, hubungan Ko Hee-jin sama Megawati terlihat sangat dekat. Saking dekatnya, sang pelatih sampai memenuhi permintaan pemainnya untuk “mengosongkan” nomor punggung 8 di Red Sparks. Nomor itu benar-benar tidak dipakai siapa pun selama semusim penuh. Semacam bentuk penghormatan, gitu.

Bukan cuma di lapangan. Ko Hee-jin bahkan sempat terbang ke Indonesia untuk hadir di pernikahan Megawati. Bayangin, seorang pelatih rela jauh-jauh datang ke acara pribadi pemain asingnya. Itu jarang banget terjadi. Tapi sekarang, anginnya berubah drastis. Kebijakan pun ikut berbelok.

Alih-alih membuka pintu selebar-lebarnya, Ko Hee-jin malah mulai melirik opsi lain. Menurut laporan media Korea Selatan, ia sekarang tengah memantau pevoli asal China untuk mengisi kuota Asia di Red Sparks. Sinyalnya jelas: peluang “Megatron” balik ke klub lamanya makin tipis.

Di sisi lain, situasi ini sejalan dengan perubahan besar di sistem rekrutmen Korean V-League. Mulai musim 2026/2027, mekanisme draft kuota Asia dihapus. Diganti dengan sistem free agent. Klub jadi lebih fleksibel, tapi juga lebih selektif. Jadi ya, pilihan jadi lebih ketat.

Media Korea, Sports DongA, sempat memprediksi bakal ada persaingan sengit buat dapetin Megawati.

“Diperkirakan bahwa perang penawaran yang sengit akan terjadi begitu Mega mengumumkan kembalinya ke V-League,” tulis mereka.

Tapi kenyataannya? Malah kebalikan. “Respons dari klub-klub V-League terhadap Mega tidak antusias. Dilaporkan bahwa mereka menarik diri dari perang penawaran karena kekhawatiran mengenai kondisi lutut kanan Mega,” lanjut laporan itu.

Nah, faktor cedera ini yang jadi pertimbangan utama. Kondisi lutut kanan Megawati disebut belum ideal. Memang, dari pihak internal tetap optimistis. “Seorang pejabat dari pihak Mega mengakui bahwa lutut kanannya tidak dalam kondisi baik tetapi mengklaim bahwa tidak akan ada masalah dengan pemulihan pada bulan Oktober ini,” tulis laporan yang sama.

Sebenarnya, kehati-hatian klub-klub Korea itu wajar. Beberapa musim terakhir, intensitas kompetisi makin tinggi. Tim jadi lebih selektif terhadap pemain asing, apalagi soal kebugaran fisik. Risiko cedera bisa jadi penentu utama dalam keputusan mereka.

Di tengah semua ini, Daejeon Red Sparks tidak mau ambil langkah spekulatif. Ko Hee-jin dilaporkan turun langsung memantau pemain alternatif dari China. Pendekatan yang lebih pragmatis, kayaknya.

Tren ini juga meluas di Korean V-League. Klub-klub mulai mencari talenta ke berbagai negara Asia Jepang, Thailand, China. Negara-negara itu dinilai punya pemain berkualitas dengan kondisi fisik yang lebih stabil.

Namun begitu, peluang Megawati belum sepenuhnya tertutup. Hyundai Hillstate disebut masih membuka kemungkinan, meski dengan syarat yang ketat.

“Posisi Hyundai Hillstate adalah mereka akan menandatangani kontrak setelah mereka yakin dengan kesehatan Mega. Namun, jika kontrak dengannya gagal, mereka juga mempertimbangkan pemain dari Jepang, Tiongkok, dan Thailand,” tulis Sports DongA.

Statistik Hebat di Korea

Di balik keraguan itu, statistik Megawati sebenarnya tetap berbicara keras. Rekam jejaknya di Korea terbilang mentereng.

Dalam dua musim di Korean V-League, ia tampil di 67 pertandingan dengan total 1.538 poin. Tingkat keberhasilan serangannya mencapai 46,01 persen. Angka yang bikin dia masuk jajaran pemain kuota Asia paling produktif.

Kontribusinya juga nyata banget. Musim debut 2023/2024, ia bawa Red Sparks tembus playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh musim. Belum cukup? Musim 2024/2025 malah lebih bersejarah ia mengantar timnya melaju hingga final. Itu pencapaian yang belum diraih selama 13 musim.

Tapi ya, di dunia olahraga profesional, statistik impresif belum jaminan. Kondisi fisik terkini sering jadi penentu utama, kadang mengalahkan rekam jejak gemilang sekalipun.

Saat ini, Megawati lagi fokus menjalani Grand Final Proliga 2026 bareng Jakarta Pertamina Enduro. Sambil menunggu kepastian masa depannya di level internasional. Peluang balik ke Korean V-League masih ada, tapi jalannya nggak semulus dulu.

Jadi, semuanya sekarang tergantung satu pertanyaan besar: apakah Megawati Hangestri mampu membuktikan bahwa dirinya sudah pulih total dan siap kembali ke performa terbaik?

Jawaban dari pertanyaan itu yang bakal menentukan apakah kisahnya di Korea akan berlanjut, atau benar-benar tamat. (")

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar