Mendikti Temukan 7.000 Data Anomali UTBK, Kecurangan Terdeteksi Dini

- Jumat, 24 April 2026 | 10:15 WIB
Mendikti Temukan 7.000 Data Anomali UTBK, Kecurangan Terdeteksi Dini

Jakarta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, buka suara soal pelaksanaan UTBK. Ada yang menarik dari hasil pengawasan awal. Ternyata, ditemukan sekitar 7.000 data anomali.

Angka ini bukan angka kecil. Brian sendiri yang mengonfirmasi temuan tersebut. Katanya, data itu masih terus dianalisis.

“Saat ini, kami juga masih menganalisis sekitar 7.000 data anomali untuk sesi-sesi selanjutnya,” ujar Brian, seperti dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 24 April 2026.

Menurut dia, pihaknya sudah bergerak sejak awal. Mitigasi terhadap potensi kecurangan terus dilakukan. Data anomali itu sendiri, kata Brian, sudah dipetakan dari jauh-jauh hari. Jadi bukan reaksi dadakan.

“Artinya, langkah antisipasi yang disiapkan sebelumnya cukup membantu panitia dalam mendeteksi indikasi kecurangan secara lebih dini,” ungkapnya.

Brian juga menekankan pentingnya analisis semacam ini. Menurut dia, tanpa pemetaan yang jelas, upaya pencegahan bisa meleset. Tapi dengan data ini, pengawasan bisa lebih terarah.

“Analisis ini penting agar upaya pencegahan bisa dilakukan semakin tepat, sekaligus memperkuat kewaspadaan panitia di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia berharap temuan ini bisa jadi efek jera. Semakin banyak modus kecurangan yang terungkap, semakin kecil kemungkinan peserta lain nekat berbuat curang. Setidaknya itu harapannya.

“Pada saat yang sama, panitia pusat UTBK juga tetap menerapkan SOP secara konsisten serta memperketat pengawasan di seluruh titik pelaksanaan,” sebut Brian.

Langkah selanjutnya? Brian berencana turun langsung. Bukan sekadar dari belakang meja. Besok, dia akan memantau pelaksanaan UTBK di Universitas Tanjungpura. Mau lihat sendiri situasi di lapangan.

“Rencananya, besok saya juga akan memantau langsung pelaksanaan UTBK yang dilaksanakan di Universitas Tanjungpura, agar kami bisa melihat secara langsung situasi di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar