Kekalahan Telak Persebaya: Alarm untuk Lini Depan
Stadion Segiri, Sabtu lalu, menyaksikan sesuatu yang pahit bagi Persebaya. Mereka dibantai Borneo FC dengan skor 1-5. Kekalahan ini bukan cuma soal poin yang hilang. Rasanya, luka lama kembali terbuka: soal ketumpulan ujung tombak.
Harus diakui, Persebaya bukan tanpa peluang. Beberapa kali mereka masuk ke area berbahaya lawan. Tapi ya itu, eksekusi akhirnya selalu gagal. Selesainya tidak pernah tuntas. Ini jadi cerita berulang yang bikin frustrasi.
Di sisi lain, Borneo tampil efisien. Hampir setiap peluang mereka jadikan gol. Kontras banget dengan performa tamunya.
Pelatih Bernardo Tavares tak mencoba cari-cari alasan. Dalam konferensi pers yang muram, ia mengakui kelemahan itu.
“Kami juga punya peluang, tapi cuma cetak satu gol. Sekarang kami harus melihat ulang pertandingan ini, menganalisis apa yang salah,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Pernyataannya itu jelas sekali. Masalah finishing adalah PR terbesar yang belum kelar bagi Green Force.
Inkonsistensi yang Mengganggu
Sepanjang musim ini, produktivitas serangan Persebaya memang seperti rollercoaster. Kadang tajam, lebih sering tumpul. Peluang emas berakhir sia-sia. Inkonsistensi inilah yang kemudian memicu spekulasi.
Bursa transfer musim depan diprediksi akan jadi momen krusial. Isu perombakan skuad mulai mencuat, dan Tavares disebut memberi sinyal terbuka untuk rekrutan baru.
Akun media sosial @bola.lokal bahkan sempat mengutip hal ini.
“Bernardo Tavares beri sinyal Persebaya Surabaya buka peluang rekrut pemain baru lagi,” tulis mereka.
Belum ada konfirmasi resmi, tapi suporter sudah mulai berspekulasi. Siapa kandidatnya?
Nama yang Menggoda: Ramadhan Sananta
Di antara banyak rumor, satu nama menonjol: Ramadhan Sananta. Striker Timnas Indonesia yang kini membela DPMM FC itu disebut-sebut sebagai opsi yang masuk akal.
Alasannya sederhana. Kontrak Sananta di Brunei akan berakhir Juni 2026. Jika tak diperpanjang, ia bisa pergi secara gratis. Situasi yang menggiurkan bagi klub manapun, termasuk Persebaya.
Momentumnya pun mendukung. FIFA Series akhir Maret nanti akan mempertemukan para pemain Timnas. Itu bisa jadi ajang pembicaraan informal yang sempurna antara agen, pemain, dan perwakilan klub.
Persaingan Ketat di Klub Asal
Lalu, bagaimana situasi Sananta di DPMM FC? Klubnya baru saja mendatangkan striker asal Nigeria, Christian Iboroso. Kehadiran pemain baru ini pasti mempersempit ruang. Persaingan di lini depan akan semakin sengit.
Kalau jam mainnya berkurang, wajar jika Sananta mempertimbangkan hijrah. Bagi Persebaya, profilnya cocok: fisik kuat, agresif di kotak penalti, dan punya insting gol. Statusnya sebagai pemain nasional juga nilai jual plus di mata Bonek.
Tunggu Dulu, Masih Spekulasi
Namun begitu, semua ini masih sebatas rumor. Fokus Persebaya sekarang adalah menyelesaikan sisa musim sebaik mungkin. Evaluasi menyeluruh baru akan dilakukan nanti.
Tapi kekalahan 1-5 tadi adalah alarm keras. Ia mengingatkan bahwa lini depan butuh sentuhan serius. Bila manajemen benar-benar ambil langkah di bursa transfer, nama Sananta pasti akan masuk daftar pantauan.
Bonek tinggal menunggu. Akankah rumor ini jadi kenyataan saat pasar pemain dibuka? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
PSM Makassar Perpanjang Kontrak Sheriddin Boboev, Andalkan Mentalitas Juara di Tengah Tekanan Degradasi
FIFA Pastikan Iran Tetap Ikut Piala Dunia 2026, Bantah Wacana Diganti Italia
Alycia Baumgardner Masuk Enam Besar Peringkat Pound-for-Pound Tinju Putri Usai Kalahkan Bo Mi Re Shin
Juventus Tawarkan Di Gregorio ke Liverpool untuk Tekan Harga Transfer Alisson