Kekalahan Telak Persebaya: Alarm untuk Lini Depan
Stadion Segiri, Sabtu lalu, menyaksikan sesuatu yang pahit bagi Persebaya. Mereka dibantai Borneo FC dengan skor 1-5. Kekalahan ini bukan cuma soal poin yang hilang. Rasanya, luka lama kembali terbuka: soal ketumpulan ujung tombak.
Harus diakui, Persebaya bukan tanpa peluang. Beberapa kali mereka masuk ke area berbahaya lawan. Tapi ya itu, eksekusi akhirnya selalu gagal. Selesainya tidak pernah tuntas. Ini jadi cerita berulang yang bikin frustrasi.
Di sisi lain, Borneo tampil efisien. Hampir setiap peluang mereka jadikan gol. Kontras banget dengan performa tamunya.
Pelatih Bernardo Tavares tak mencoba cari-cari alasan. Dalam konferensi pers yang muram, ia mengakui kelemahan itu.
Pernyataannya itu jelas sekali. Masalah finishing adalah PR terbesar yang belum kelar bagi Green Force.
Inkonsistensi yang Mengganggu
Sepanjang musim ini, produktivitas serangan Persebaya memang seperti rollercoaster. Kadang tajam, lebih sering tumpul. Peluang emas berakhir sia-sia. Inkonsistensi inilah yang kemudian memicu spekulasi.
Bursa transfer musim depan diprediksi akan jadi momen krusial. Isu perombakan skuad mulai mencuat, dan Tavares disebut memberi sinyal terbuka untuk rekrutan baru.
Akun media sosial @bola.lokal bahkan sempat mengutip hal ini.
Belum ada konfirmasi resmi, tapi suporter sudah mulai berspekulasi. Siapa kandidatnya?
Artikel Terkait
Sponsor dan Basis Suporter Jadi Tulang Punggung Finansial Persib
Debut Imran Nahumarury Sukses, Semen Padang Kalahkan PSBS Biak 2-0
Herdman Panggil Victor Dethan dan Bawa Kembali Baggott untuk FIFA Series 2026
Xavi Tuding Laporta Halangi Kepulangan Messi dan Sebut Ada Tangan Tak Terlihat di Balik Pemecatannya