Darije Kalezic Resmi Kembali Latih PSM Makassar untuk Musim 2026/2027

- Rabu, 10 Juni 2026 | 16:30 WIB
Darije Kalezic Resmi Kembali Latih PSM Makassar untuk Musim 2026/2027

Dua kata sederhana, “Halo Makassar,” yang diucapkan Darije Kalezic dalam video perkenalan resminya, langsung membangkitkan nostalgia dan harapan baru bagi pendukung PSM Makassar. Kalimat itu bukan sekadar sapaan, melainkan penanda bahwa sosok yang pernah menghadirkan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan modern Pasukan Ramang akhirnya kembali pulang. PSM Makassar secara resmi memperkenalkan pelatih asal Bosnia dan Herzegovina tersebut sebagai nahkoda baru untuk menghadapi musim Super League 2026/2027 melalui unggahan di media sosial klub.

“Saya kembali ke Makassar. Saya kembali di rumah sendiri, PSM Makassar,” ujar Darije dalam pernyataannya. Ucapan itu menjadi simbol dimulainya babak baru bagi klub yang tengah berupaya bangkit setelah menjalani musim yang jauh dari harapan. Sejak beberapa pekan terakhir, nama Darije memang terus dikaitkan dengan kursi pelatih PSM, dan kini seluruh spekulasi itu berakhir. Kepulangannya disambut antusiasme luar biasa dari ribuan pendukung Juku Eja.

Antusiasme tersebut bukan tanpa alasan. Darije bukanlah sosok asing bagi PSM Makassar. Ia adalah pelatih yang berhasil mengakhiri dahaga gelar nasional yang berlangsung hampir dua dekade ketika membawa Pasukan Ramang menjuarai Piala Indonesia 2019. Trofi tersebut menjadi salah satu pencapaian paling emosional dalam sejarah klub, lahir dari perjuangan panjang yang dinantikan masyarakat Sulawesi Selatan. Lebih dari sekadar prestasi, Darije dikenal sebagai pelatih yang memahami kultur sepak bola Makassar, tekanan yang selalu mengiringi PSM, tuntutan suporter, serta cara membangun identitas permainan yang sesuai dengan karakter klub kebanggaan tersebut.

Situasi yang dihadapi Darije kali ini berbeda dengan masa lalu. PSM sedang berada dalam fase transisi besar, ditandai dengan kepergian sejumlah pemain penting, termasuk kapten sekaligus pemimpin lini belakang, Yuran Fernandes. Kepergian pemain asal Tanjung Verde itu menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan. Selama beberapa musim terakhir, Yuran bukan hanya bek tengah utama, melainkan komandan pertahanan, pemimpin ruang ganti, dan sosok pembeda di pertandingan-pertandingan krusial. Oleh karena itu, tugas pertama Darije bukan sekadar membangun tim yang kompetitif, melainkan membangun kembali fondasi kekuatan PSM.

Pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki Darije di kawasan Eropa dan Balkan diyakini dapat membantu klub menemukan pemain-pemain baru yang sesuai kebutuhan. Namun, lebih dari urusan transfer, kehadirannya juga menghadirkan optimisme terkait pengembangan pemain muda. Salah satu karakter kepelatihannya yang paling dikenal adalah keberanian memberikan kesempatan kepada talenta muda berbakat. Karakter tersebut dinilai cocok dengan kondisi PSM saat ini yang memiliki sejumlah potensi seperti Ananda Raehan dan Dimas Adi Prasetyo, hasil pembinaan akademi klub.

Menariknya, sambutan hangat atas kepulangan Darije tidak hanya datang dari suporter. Salah satu mantan anak asuhnya, Aaron Evans, turut memberikan respons melalui kolom komentar unggahan resmi PSM Makassar. “Welcome The Professor,” tulis Aaron Evans. Julukan “The Professor” bukanlah sebutan sembarangan. Julukan itu menggambarkan sosok Darije sebagai pelatih yang dikenal detail, disiplin, dan memiliki pendekatan taktik yang kuat. Aaron Evans, yang pernah merasakan langsung kepemimpinan Darije saat membela PSM, memberikan komentar tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap pelatih yang pernah membantunya berkembang.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada langkah berikutnya yang akan dilakukan sang pelatih. Pertanyaan mengenai pemain rekomendasi yang akan dibawanya ke Makassar, sosok yang akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Yuran Fernandes, serta sejauh mana ia mampu membawa PSM kembali bersaing di papan atas Super League masih menunggu jawaban. Namun, satu hal sudah pasti: PSM Makassar tidak hanya mendapatkan pelatih baru. Mereka mendapatkan kembali sosok yang memahami klub, memahami kota ini, memahami karakter suporternya, dan pernah menuliskan sejarah bersama Pasukan Ramang. Sebuah era baru sedang dimulai di Makassar, dan seperti tujuh tahun lalu, Darije Kalezic kembali menjadi tokoh utama yang dipercaya untuk memimpin perjalanan tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar