Di Rutan Kelas IIB Serang, suasana Jumat pagi itu sedikit berbeda. Bukan hanya rutinitas biasa, tapi ada kegiatan tes urine yang digelar untuk para tahanan. Tujuannya jelas: menjaga lingkungan lembaga pemasyarakatan agar benar-benar bersih dari barang haram seperti narkoba.
Pengecekan ini tak dilakukan sendirian oleh pihak rutan. Mereka menggandeng BNN Provinsi Banten untuk memastikan semuanya berjalan objektif. Kerja sama ini penting untuk menjaga transparansi, dan pemeriksaannya sendiri dilakukan secara acak.
Menurut sejumlah saksi, yang ikut dalam tes itu cukup banyak. Ada 152 Warga Binaan yang kasusnya terkait narkotika, plus 81 petugas rutan. Semuanya menjalani prosedur yang sama tanpa kecuali.
Dan hasilnya? Cukup melegakan. Dari seluruh peserta yang diperiksa, baik itu tahanan maupun petugas, semuanya dinyatakan negatif. Tidak ada tanda-tanda penyalahgunaan narkotika.
Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Rangga Permata, tampak menyambut baik hasil ini.
"Ini membuktikan konsistensi kami dalam pengawasan internal dan program pembinaan yang berjalan terus," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan semacam ini adalah upaya pencegahan dini. Sekaligus bentuk tindak lanjut nyata dari program nasional P4GN yang dicanangkan pemerintah.
"Alhamdulillah, hasilnya negatif semua. Jujur, kekhawatiran terbesar kami ya kalau sampai ada yang 'kecolongan', entah itu dari petugas atau dari warga binaan," kata Rangga.
Di sisi lain, kegiatan ini seperti pengingat. Bahwa upaya menjaga tempat ini dari narkoba adalah pekerjaan yang terus-menerus, tidak bisa sekali selesai. Dan untuk hari itu, setidaknya, ada kabar baik yang bisa dicatat.
Artikel Terkait
Ledakan Bom Bersejarah Perang Dunia II di Biak Numpor Tewaskan Lima Warga, Tiga Lainnya Hilang
Dudung Abdurachman Kenang Ryamizard Ryacudu sebagai Prajurit Sejati yang Selalu Mendekatkan TNI dengan Rakyat
Pelajar 16 Tahun di Semarang Jadi Tersangka Pembelian Senjata Tajam via Instagram
Prabowo: Semangat Waisak Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa