“Kehilangan pemain seperti Lewy tentu masalah, tetapi tim menunjukkan respons yang baik,” katanya, mencoba menepis kekhawatiran.
Kuncinya, menurut pria asal Jerman itu, sederhana namun berat: bermain agresif dan solid. “Kami harus bermain sebagai satu tim,” tandas Flick. Itulah satu-satunya cara.
Di sisi lain, kubu Atletico Madrid justru bersikap sangat berbeda. Alih-alih berkoar-koar tentang peluang besar yang mereka genggam, pelatih Diego Simeone malah memilih memuji lawannya.
“Mereka salah satu yang paling kompetitif di La Liga dan Eropa,” ujar Simeone, memberikan penghormatan seperti dikutip Reuters.
Pujian itu bukan tanpa maksud. Ia justru ingin anak asuhnya tetap waspada dan tidak terbuai keunggulan empat gol. Fokus mutlak diperlukan.
“Kami melawan lawan yang sangat bagus, yang menyerang, terbuka, dan bermain sebagai tim,” ujarnya, menggambarkan ancaman nyata yang masih ditanggung Barcelona meski tertinggal jauh.
Jadi, malam nanti di Camp Nou bukan sekadar pertandingan. Ini tentang kepercayaan melawan kalkulasi, tentang mimpi yang berusaha mengubah takdir. Semuanya masih mungkin, sekalipun peluangnya tipis.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terancam Degradasi Usai Ditaklukkan Persita
Liverpool Kejar Tiket Liga Champions di Markas Wolverhampton
Arbeloa Tanggung Jawab atas Kekalahan Madrid, Tegaskan Masih Ada 36 Poin untuk Diperjuangkan
Kekalahan PSM Makassar Picu Amuk Suporter, Pelatih Trucha Hilang Saat Dimintai Pertanggungjawaban