Pada Selasa (3/3), militer Israel kembali mengeluarkan perintah evakuasi. Kali ini, puluhan area di wilayah Lebanon jadi sasarannya. Bahkan, peringatan itu juga menyentuh kawasan di selatan Beirut, ibu kota Lebanon. Warga diminta menjauhi beberapa bangunan tertentu. Semua ini terkait operasi militer yang dikabarkan akan segera dilancarkan Israel terhadap Hizbullah.
Latar belakangnya panas. Sehari sebelumnya, Senin (2/3), militer Israel bersumpah bakal meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon. Mereka bertekad membuat Hizbullah membayar "harga yang mahal". Sumpah itu bukan tanpa sebab. Kelompok bersenjata itu sebelumnya melancarkan serangan roket dan drone ke Tel Aviv sebuah pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Peringatan evakuasi itu disampaikan langsung oleh juru bicara militer Israel, Avichay Adraee. Lewat Telegram, dengan menggunakan bahasa Arab, pesannya terdengar lugas dan mendesak.
"Peringatan mendesak kepada para penduduk Lebanon, khususnya di desa-desa yang namanya tercantum," katanya, seperti dilansir AFP.
"Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah-rumah Anda," cetus Adraee lagi.
Artikel Terkait
KSPSI dan KSBSI Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT di DPR
AS dan Israel Hancurkan Pusat Komando IRGC, Khamenei Dikabarkan Tewas
Pemerintah Tetapkan Sistem Satu Arah, Contra Flow, dan Ganjil-Genap untuk Mudik Lebaran 2026
Polisi Amankan 15 Tersangka Pembunuhan Gajah Sumatera di Konsesi RAPP