Pasar saham Indonesia hari ini, Selasa (3/3/2026), masih menampakkan warna optimis. Di tengah gejolak yang kerap terjadi, IHSG berhasil menutup sesi pertama dengan keuntungan tipis 0,03 persen, mengukuhkan posisinya di level 8.019,55. Meski naiknya tak banyak, pencapaian ini cukup untuk menjaga sentimen tetap hangat.
Perdagangan berlangsung cukup aktif. Total volume yang tercatat mencapai 26,1 miliar saham dengan nilai transaksi melayang di angka Rp18,1 triliun. Dari papan pencatatan, lebih banyak saham yang berhasil mengangkat kepala: 394 saham menguat, sementara 324 lainnya tertekan dan 240 sisanya flat.
Indeks-indeks utama lain juga ikut merasakan hembusan angin segar. LQ45 naik 0,33 persen, IDX30 lebih perkasa dengan kenaikan 0,40 persen, diikuti MNC36 dan indeks JII yang masing-masing menguat 0,18 dan 0,16 persen.
Namun begitu, pergerakan sektor berjalan tidak merata. Di satu sisi, sektor energi, konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, dan industri masih mampu mempertahankan warna hijaunya. Di sisi lain, tekanan justru datang dari sektor-sektor lain seperti bahan baku, infrastruktur, properti, teknologi, dan kesehatan yang kompak memerah. Konsumer siklikal juga ikut terseret dalam tekanan pelemahan ini.
Perhatian banyak trader tentu tertuju pada saham-sahan yang bergerak ekstrem. Di jajaran top gainers, beberapa nama tampil perkasa.
Artikel Terkait
Saham OILS Melonjak 12% di Tengah Konflik Timur Tengah Meski Tak Berkaitan dengan Minyak Bumi
Saham Migas Anjlok di BEI Meski Harga Minyak Dunia Menguat
Dua Investor Suntik Rp3,2 Triliun untuk Pabrik Kimia Strategis di Cilegon
IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Dibayangi Capital Outflow dan Inflasi 4,76%