Kekalahan PSM Makassar Picu Amuk Suporter, Pelatih Trucha Hilang Saat Dimintai Pertanggungjawaban

- Selasa, 03 Maret 2026 | 08:30 WIB
Kekalahan PSM Makassar Picu Amuk Suporter, Pelatih Trucha Hilang Saat Dimintai Pertanggungjawaban

PAREPARE – Kekalahan PSM Makassar di kandang sendiri berujung ricuh. Stadion Gelora BJ Habibie mendadak jadi arena kemarahan, Senin (2/3/2026) malam. Usai takluk 2-4 dari Persita Tangerang, ratusan suporter Juku Eja langsung menyerbu lapangan. Sasaran utama mereka? Tomas Trucha, sang pelatih.

Suasana sudah panas sejak peluit akhir. Tapi benar-benar meledak ketika massa mulai merangsek masuk, menerobos ke arah bangku cadangan. Mereka mencari pertanggungjawaban. Yang terjadi justru sebaliknya: Trucha memilih kabur, menghilang begitu saja dari pandangan.

Menurut sejumlah saksi, aksi massa ini spontan. Kekecewaan yang terpendam melihat performa tim yang amburadul akhirnya meledak. Mereka tak hanya berteriak. Beberapa pemain sempat ditahan, dimintai penjelasan di pinggir lapangan sebelum diperbolehkan pergi.

Di tengah keriuhan itu, satu sosok justru absen: Tomas Trucha. Pelatih asal Ceko itu dikabarkan sudah lebih dulu menyelamatkan diri ke ruang ganti, meninggalkan anak asuhnya menghadapi amuk fans sendirian.

"Mana tanggung jawab mu semua!"

Teriak seorang suporter, suaranya parau, mewakili rasa frustrasi ribuan orang yang hadir.

Pencarian yang Berujung Kosong

Upaya peredaman sempat dilakukan. Kapten tim, Yuran Fernandes, terlihat berdiskusi alot dengan perwakilan suporter. Tapi tuntutan mereka jelas: ingin Trucha keluar dan berhadapan dengan mereka. Panggilan nama pelatih itu bergema berulang kali, tanpa jawaban.

"Mana Tomas Trucha. Kenapa sembunyi?"

Savio Roberto, gelandang andalan, bahkan berinisiatif menjemput pelatihnya. Ia masuk ke ruang ganti, mencoba membujuk. Beberapa menit kemudian, Savio kembali dengan wajah masam dan gelengan kepala. Isyaratnya jelas: Trucha ogah keluar.

Keputusan Trucha untuk bersembunyi ternyata berlanjut. Ia juga mangkir dari kewajiban berikutnya: konferensi pers pasca-pertandingan. Kursi untuk pelatih kepala di depan awak media dibiarkan kosong. PSM hanya diwakili asisten pelatih, Ahmad Amiruddin, dan pemain Rizky Eka Pratama.

Keheningan Trucha di saat krisis ini, alih-alih meredakan, justru menyulut sorotan lebih tajam. Bukan cuma dari suporter yang kecewa, tapi juga dari pengamat yang mempertanyakan kredibilitas kepemimpinannya. Kekalahan di lapangan mungkin biasa. Tapi lari dari tanggung jawab? Itu cerita lain yang bakal terus melekat pada namanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar