Kabar duka datang dari dunia influencer. Lula Lahfah ditemukan tewas di apartemennya pada Jumat lalu, 23 Januari. Kamarnya terkunci dari dalam. Hampir seminggu setelah kejadian, penyelidikan kepolisian justru menemui jalan buntu dan akhirnya dihentikan.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan alasannya. Menurutnya, penyebab pasti kematian Lula tidak akan pernah bisa diketahui. Kenapa? Karena tidak dilakukan autopsi.
"Kita tidak bisa menjawab akibat apa kematian, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi,"
tegas Budi saat jumpa pers di Mapolres Metro Jaksel, Jumat (30/1).
Keluarga Lula sendiri, katanya, menolak permintaan autopsi dari penyidik. Alasannya sederhana: tidak ada tanda-tanda kekerasan sama sekali pada jenazah. Tanpa pemeriksaan lebih lanjut itu, otoritas kesehatan pun tak bisa memberikan kesimpulan medis yang definitif.
Di sisi lain, polisi sudah melakukan penggeledahan di unit apartemen tempat Lula ditemukan. Hasilnya, mereka menyita sejumlah barang bukti. Salah satu yang menarik perhatian adalah sebuah tabung gas berwarna pink. Tabung itu dalam keadaan kosong, namun setelah diperiksa ternyata mengandung sisa gas Nitrous Oksida atau N2O.
Namun begitu, temuan itu rupanya tidak cukup. Setelah mempertimbangkan segala hal, termasuk keinginan keluarga dan tidak adanya indikasi pidana, kepolisian memutuskan untuk menghentikan penyelidikan.
"Sehingga perkara ini, peristiwa ini oleh Satreskrim Polres Metro Jaksel dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukannya tindak pidana dan tindakan melawan hukum,"
pungkas Budi Hermanto. Kasus ini pun resmi ditutup, meninggalkan tanda tanya yang mungkin tak akan terjawab.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu