Gus Ipul Minta Pemkot Tasikmalaya Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat
Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Tasikmalaya perlu segera direalisasikan. Hal inilah yang mendorong Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, untuk mendesak pemerintah setempat menyiapkan lahannya.
Desakan itu disampaikan Gus Ipul saat menerima kunjungan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, beserta rombongannya di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
“Jadi, pak wali, silakan dipercepat. Salah kita kalau enggak bisa bikin gedung permanen,” ujar Gus Ipul.
Ia mengapresiasi langkah percepatan yang sudah dilakukan Pemkot melalui sekolah rintisan. “Bapak sudah bikin percepatan lewat sekolah rintisan. Kita akan membantu percepatan pengadaan gedung permanen,” tambahnya.
Namun begitu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Lahan yang diusulkan minimal seluas 7 hektare, harus bersertifikat, dan punya status legalitas yang jelas. Nanti, tim dari Kementerian PU akan turun ke lapangan untuk mengecek kelayakan tanah tersebut.
“Tapi yang penting sekarang siapkan tanahnya. Ayo kita jalan ya, pak wali,” seru Gus Ipul menegaskan.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Konsepnya berupa sekolah berasrama gratis yang khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuannya jelas: mengentaskan kemiskinan lewat pendidikan.
Menurut Gus Ipul, presiden sangat serius dengan program ini.
“Pak Prabowo enggak main-main, dengan Sekolah Rakyat enggak main-main. Buktinya dikawal sendiri, kalau diundang (acara) Sekolah Rakyat enggak pernah enggak hadir,” ungkapnya.
Di Tasikmalaya sebenarnya sudah ada perintisannya, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 41 Tasikmalaya. Sekolah yang terletak di Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi ini sudah berjalan sejak Oktober tahun lalu.
SRT 41 saat ini menampung 75 murid. Rinciannya, 25 siswa SD dan 50 siswa SMP.
Pertemuan di Kemensos itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Sekjen Kemensos Robben Rico.
Artikel Terkait
Untuk pertama kalinya sejak 1957, India tanpa satu pun negara bagian yang diperintah partai komunis
Dinas SDA DKI Inventarisasi Ulang Seluruh Saluran Lama Antisipasi Jalan Amblas
Perayaan Waisak 2570 di Bundaran HI, Wagub Rano Karno Sebut Cahaya Kedamaian Jadi Simbol Toleransi Jakarta
Empat Pria Berhasil Dievakuasi dari Gua Banjir di Laos, Dua Masih Hilang