Di tengah sorotan pada ketajaman yang tumpul, satu nama bersinar: Gali Freitas. Pemain asal Timor Leste itu menjadi pahlawan dengan gol tunggal penentu kemenangan. Terpilih sebagai Man of the Match, Gali mengaku masih banyak peluang yang terbuang percuma.
Kemenangan tipis ini jadi modal berharga sebelum laga besar berikutnya: menjamu Persib Bandung. Ini bukan cuma soal tiga poin biasa. Kemenangan akan membuka pintu lebar-lebar menuju papan atas klasemen. Tekanan sudah terasa di udara.
Menariknya, ambisi Persebaya ternyata disambut harapan dari pihak lain. Kabarnya, Persija Jakarta juga berharap Bajul Ijo bisa menghentikan laju Persib. Rivalitas di puncak klasemen memang selalu begitu rumit; kemenangan satu tim bisa langsung jadi batu sandungan bagi rivalnya. Sepak bola tak pernah hanya tentang 22 pemain di lapangan hijau. Selalu ada drama dan kepentingan yang berkelindan di luarnya.
Kini, Persebaya berdiri di persimpangan. Di satu sisi, produktivitas menciptakan peluang tak diragukan. Di sisi lain, ketajaman masih jadi teka-teki. Mereka juga harus berdamai dengan ruang ganti yang dipenuhi pemain cedera, sambil memupuk talenta muda. Malam itu di Surabaya, satu gol memang sudah cukup. Tapi untuk melangkah lebih jauh, semua orang tahu: yang dibutuhkan bukan sekadar peluang, melainkan ketepatan di saat-saat paling menentukan.
Artikel Terkait
Marc Marquez: Cedera, Bukan Usia, Tantangan Terberat Jelang MotoGP Thailand
Real Madrid Incar Wirtz, Liverpool Dikaitkan dengan Jude Bellingham
Juventus Incar Alisson Becker untuk Perkuat Gawang
Bernardo Tavares Ungkap Kerinduan pada PSM Usai Persebaya Menang Tipis