Suasana mencekam menyelimuti Anfield, Rabu dini hari WIB lalu. Di tengah laga sengit Liverpool kontra PSG, Hugo Ekitike tiba-tiba ambruk. Tanpa ada sentuhan pemain lawan sama sekali. Dia terkapar kesakitan, dan kini ancaman absen panjang bahkan hingga Piala Dunia 2026 mengintai sang penyerang Prancis itu.
Kejadiannya sekitar menit ke-30. Ekitike sedang berusaha mengejar umpan dari Szoboszlai. Tiba-tiba saja dia terjatuh. Langsung. Wajahnya mengerut kesakitan, tangannya mencengkeram pergelangan kaki. Meski begitu, spekulasi justru mengarah ke cedera tendon Achilles yang lebih serius. Tim medis buru-buru turun, dan setelah pemeriksaan singkat, Ekitike terpaksa ditandu keluar. Mohamed Salah pun masuk menggantikannya.
Rekannya sendiri, Ibrahima Konate, tak bisa menyembunyikan kekhawatiran. Ia mengaku kondisi Ekitike terlihat sangat tidak baik.
“Jujur, saya pikir ini cedera yang buruk. Saya belum tahu pasti detailnya, cuma dengar-dengar kabar,” ucap Konate usai laga.
“Saya enggak mau berandai-andai terlalu jauh. Apalagi dengan Piala Dunia musim panas nanti, situasi ini pasti berat buat dia. Saya cuma bisa berdoa dan memberi dukungan,” tambahnya.
Memang, Piala Dunia 2026 di Amerika Utara sudah di depan mata. Cedera seperti ini, di saat-saat seperti ini, rasanya seperti mimpi buruk bagi seorang pemain.
Di sisi lain, sejumlah ahli mulai memberikan analisis medisnya. Dr. Rajpal Brar, misalnya, memperkirakan masa pemulihan minimal tujuh bulan. Angka itu praktis menghapus peluang Ekitike membela Prancis di pesta sepak bola terbesar itu, sekaligus menutup musimnya lebih awal.
Analis cedera sepak bola @physioscout punya pandangan senada. Menurutnya, mekanisme cedera tanpa kontak saat pemain berakselerasi sangat khas untuk robekan Achilles.
“Dia terlihat memegang area Achilles dan betisnya. Kalau benar robek, pemulihannya bisa 7 sampai 9 bulan, atau mungkin lebih,” tulisnya.
“Memang perlu pemindaian untuk konfirmasi, tapi dari luar, sinyalnya tidak bagus,” lanjut analis itu.
Kalau prediksi para ahli ini akurat, konsekuensinya berat. Bukan cuma musim ini yang hilang untuk Ekitike, tapi juga awal musim depan. Buat Liverpool dan tentu saja timnas Prancis, ini adalah pukulan telak di momen yang sangat krusial. Nasib pemain 23 tahun itu kini bergantung pada hasil scan, sementara harapan untuk tampil di Piala Dunia kian menjauh.
Artikel Terkait
Barcelona dan Manchester United Paling Agresif di Bursa Transfer, Bernardo Silva hingga Ederson Jadi Target
Timnas Futsal U-17 Jalani Pemusatan Latihan Jelang Uji Coba di Turnamen Spanyol
Persib Bandung Incar Patrick Robson, Striker Brasil Produktif Liga Kamboja untuk Gantikan Andrew Jung
Iraola Siapkan Perombakan Skuad Liverpool, Sejumlah Pemain Bournemouth Masuk Radar Transfer