Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, resmi menjadi individu terkaya di industri kecerdasan buatan setelah kekayaannya melonjak menjadi 36 miliar dolar AS. Angka itu menempatkannya di atas para pendiri perusahaan AI terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic, berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index.
Kekayaan Wenfeng melonjak lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya yang sekitar 16,7 miliar dolar AS. Lonjakan ini terjadi setelah DeepSeek menyelesaikan putaran pendanaan terbaru yang mendorong valuasi perusahaan ke level baru.
Dengan kekayaan 36 miliar dolar AS, Wenfeng unggul jauh dari Presiden OpenAI Greg Brockman yang berada di posisi ke-100 indeks Bloomberg dengan estimasi 25,5 miliar dolar AS. Salah satu pendiri Anthropic, Dario Amodei, bahkan tertinggal lebih jauh di posisi ke-491 dengan kekayaan sekitar 7,98 miliar dolar AS.
Perbandingan ini hanya mencakup pengusaha yang bisnis utamanya berasal langsung dari model AI. Bloomberg tidak memasukkan tokoh yang kekayaannya berasal dari bidang lain dalam rantai industri AI, seperti data center dan semikonduktor. Kriteria itu mengecualikan sejumlah nama besar seperti Elon Musk, Larry Page, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, dan Jensen Huang.
Kendali Saham yang Langka
Sebagian besar kekayaan Wenfeng berasal dari kepemilikannya di DeepSeek. Setelah putaran pendanaan terbaru, ia diperkirakan masih menguasai sekitar 78 persen saham perusahaan.
Porsi tersebut tergolong besar dibandingkan dengan kepemilikan pendiri perusahaan AI di Silicon Valley. Pembangunan perusahaan AI bernilai puluhan miliar dolar AS di Amerika Serikat umumnya membutuhkan suntikan modal besar dari perusahaan teknologi dan investor ventura, sehingga kepemilikan saham tersebar luas. OpenAI dan Anthropic, misalnya, memiliki valuasi besar tetapi kepemilikannya terbagi di antara banyak investor atau beberapa pendiri.
DeepSeek mengambil pendekatan berbeda. Perusahaan mempertahankan porsi kepemilikan Wenfeng dalam jumlah besar, sehingga ia tetap memegang kendali sekaligus menerima manfaat utama dari kenaikan valuasi.
DeepSeek menghimpun dana sebesar 7,4 miliar dolar AS pada Juni 2026. Putaran pendanaan tersebut menempatkan valuasi perusahaan pada angka 50 miliar dolar AS naik sekitar lima kali lipat dari laporan awal sebesar 10 miliar dolar AS pada April. Wenfeng turut memasukkan sekitar 3 miliar dolar AS dari dana pribadinya dalam putaran tersebut.
Setelah transaksi itu, kepemilikan Wenfeng diperkirakan terdilusi menjadi sekitar 78 persen. Namun, porsi tersebut tetap memberinya kendali yang jarang dimiliki oleh pendiri perusahaan AI modern.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Komitmen Jadi Arsitek Aktif Pengembangan AI Global
Perusahaan Global Berbondong-bondong Beralih ke AI China yang Lebih Murah
Airlangga: AI Berpotensi Dongkrak Ekonomi Indonesia hingga USD 2 Triliun
Airlangga: AI Berpotensi Dongkrak Pendapatan Indonesia hingga Rp 2 Triliun Dolar AS