PSM Makassar perlahan mulai menunjukkan wajah baru menjelang Super League 2026/2027. Setelah memulai latihan perdana di bawah pelatih anyar Darije Kalezic, tim berjuluk Pasukan Ramang itu dikabarkan berhasil mengamankan dua nama penting untuk memperkuat lini pertahanan: Agung Mannan dan Nurhidayat Haji Haris.
Jika proses administrasi keduanya rampung, komposisi bek tengah PSM akan menjadi salah satu yang paling lengkap di kompetisi musim depan. Kehadiran Agung dan Nurhidayat melengkapi empat pemain asing yang sudah menjadi tulang punggung pertahanan, yakni Dusan Lagator, Aloisio Neto, Nenad Lalic, dan Victor Luiz.
Namun, di balik kokohnya sektor belakang, masih tersimpan satu persoalan yang cukup mencolok: posisi bek sayap dan winger masih menjadi titik paling rapuh dalam skuad PSM.
Saat ini, praktis hanya Victor Luiz yang benar-benar memiliki kualitas mapan sebagai bek sayap. Padahal, sepak bola modern menuntut kedua sisi lapangan mampu aktif menyerang sekaligus disiplin bertahan.
Victor Luiz bukan pemain sembarangan. Bek asal Brasil itu sudah memasuki musim ketiganya bersama PSM dan berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di Super League. Selain tangguh saat bertahan, ia juga dikenal sangat agresif membantu serangan. Umpan silangnya kerap menjadi awal terciptanya peluang maupun gol bagi Pasukan Ramang. Dalam bertahan, ia piawai membaca arah serangan lawan, memenangkan duel satu lawan satu, hingga memutus alur serangan dari sisi lapangan.
Namun sehebat apa pun Victor Luiz, sulit baginya menanggung beban sendirian sepanjang musim. Kompetisi yang panjang membutuhkan kedalaman skuad, terlebih jika Darije Kalezic ingin memainkan sepak bola dengan tempo tinggi dan transisi cepat.
Di sinilah muncul kerinduan publik Makassar terhadap sosok Yakob Sayuri dan Yance Sayuri. Kedua pemain tersebut pernah menjadi salah satu kekuatan terbesar PSM saat menjuarai Liga 1 2022/2023. Yakob dikenal memiliki kecepatan luar biasa, agresif menekan lawan, serta mampu bermain sebagai winger maupun wing-back kanan. Sementara Yance memiliki karakter serupa di sisi kiri. Kecepatan, kemampuan menusuk dari sayap, serta disiplin membantu pertahanan membuat keduanya menjadi senjata utama PSM dalam membangun serangan dari kedua sisi lapangan.
Apabila salah satu, atau bahkan keduanya, mampu kembali ke Makassar, keseimbangan permainan PSM diyakini akan meningkat drastis. Victor Luiz tidak lagi bekerja sendirian di sektor kiri, sementara sisi kanan kembali memiliki pemain yang mampu memberikan ancaman konstan bagi pertahanan lawan.
Di sisi lain, pembangunan lini pertahanan memang layak diapresiasi. Agung Mannan merupakan salah satu aktor penting keberhasilan PSM meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023. Bek asal Kabupaten Pangkep itu bukan datang sebagai pemain bintang. Ia harus menjalani masa seleksi hampir tiga pekan sebelum akhirnya memperoleh kontrak dari manajemen. Kesempatan tersebut dijawab dengan performa luar biasa. Bersama Yuran Fernandes, Agung membentuk salah satu duet bek terbaik di Indonesia. Ketenangan membaca permainan, kekuatan duel udara, serta kemampuannya bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan membuatnya menjadi pemain yang sangat berharga bagi PSM.
Kini, setelah minim kesempatan bermain bersama Persis Solo, Agung dikabarkan tinggal selangkah lagi kembali ke klub yang membesarkan namanya. Tak hanya Agung, PSM juga berhasil memulangkan Nurhidayat Haji Haris. Bek yang pernah memperkuat Timnas Indonesia tersebut menghadirkan kualitas sekaligus pengalaman tambahan di sektor belakang. Kehadirannya memberi lebih banyak pilihan bagi Darije Kalezic untuk memainkan formasi tiga bek ataupun empat bek sejajar.
Komposisi pemain belakang PSM kini terlihat semakin lengkap. Dusan Lagator menawarkan pengalaman serta fleksibilitas bermain sebagai bek maupun gelandang bertahan. Aloisio Neto unggul dalam duel udara dan permainan fisik. Nenad Lalic hadir dengan karakter bek modern yang nyaman membangun serangan dari lini belakang. Sementara Victor Luiz tetap menjadi andalan utama di sektor kiri berkat keseimbangan kemampuan menyerang dan bertahannya. Ditambah Agung Mannan, Nurhidayat Haji Haris, Mufli Hidayat, serta opsi lain seperti Akbar Tanjung yang dapat dimainkan sebagai gelandang bertahan maupun bek, kedalaman lini belakang PSM menjadi salah satu yang paling menjanjikan di kompetisi.
Meski demikian, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Hengkangnya sejumlah pemain membuat sektor sayap belum memiliki kedalaman yang ideal. Padahal, filosofi permainan Darije Kalezic dikenal mengandalkan kecepatan transisi dan eksploitasi ruang melalui kedua sisi lapangan. Tanpa pemain sayap yang mampu memenangkan duel satu lawan satu maupun wing-back yang aktif naik membantu serangan, pola permainan tersebut berpotensi kehilangan efektivitas.
Karena itu, muncul harapan besar dari suporter agar manajemen tidak berhenti berbenah. Mengupayakan kembalinya Yakob Sayuri dan Yance Sayuri dinilai bisa menjadi solusi terbaik. Selain sudah memahami karakter PSM, keduanya juga terbukti mampu memberikan dimensi berbeda dalam permainan Pasukan Ramang. Apabila lini belakang sudah hampir sempurna, maka sektor sayap menjadi kepingan terakhir yang perlu disempurnakan. Jika puzzle tersebut berhasil dilengkapi, PSM Makassar berpeluang kembali memiliki skuad yang cukup kuat untuk bersaing di papan atas Super League 2026/2027.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kokohkan Pertahanan, Agung Mannan dan Nurhidayat Haji Haris Siap Kembali
PSM Makassar Dikabarkan Sepakat dengan Striker Spanyol Adrian Dalmau
PSM Makassar Rekrut Agung Mannan, Bek Lokal Andalan Juara Liga 1 2022/2023
Dzaky Asraf Hengkang, PSM Makassar Kehilangan 11 Pemain Jelang Super League 2026/2027