PSM Makassar memasuki era baru dengan menunjuk Darije Kalezic sebagai pelatih, namun harus kehilangan banyak pemain inti. Terbaru, pemain muda Dzaky Asraf resmi mengakhiri kebersamaannya setelah kontraknya berakhir, memperpanjang daftar pemain yang meninggalkan Juku Eja.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, membenarkan bahwa Dzaky memilih mencari tantangan baru. Kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang kontrak. "Dzaky memang kontraknya sudah selesai. Dia ingin mencari tantangan baru di klub lain. Soal klub tujuan, saya belum tahu," ujar Sulaiman.
Meski belum diumumkan secara resmi, Dzaky santer dikabarkan akan bergabung dengan Persik Kediri, mengikuti jejak sejumlah mantan rekan setimnya yang lebih dahulu menemukan pelabuhan baru.
Eks Juara Mulai Berpencar
Kepergian Dzaky menambah panjang daftar pemain yang meninggalkan PSM pada bursa transfer kali ini. Hingga pertengahan Juli, sedikitnya 11 pemain dipastikan tidak lagi berseragam Juku Eja. Mereka adalah Yuran Fernandes, Reza Arya Pratama, Ricky Pratama, Syahrul Lasinari, Gledson Paixao, Alex Tank, Savio Roberto, Sultan Zaki, Victor Dethan, Daffa Salman, dan Dzaky Asraf. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Beberapa nama seperti Jacques Medina Themopele dan Abdul Rahman juga dikabarkan berpeluang hengkang.
Fenomena ini membuat skuad PSM mengalami perubahan besar dibanding musim-musim sebelumnya.
Mayoritas Ikuti Bernardo Tavares ke Persebaya
Menariknya, sebagian besar eks pemain PSM memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya. Klub berjuluk Bajul Ijo yang kini ditangani mantan pelatih PSM, Bernardo Tavares, menjadi tujuan utama sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari Pasukan Ramang. Kedekatan dengan sang pelatih serta pemahaman terhadap filosofi permainan Tavares diyakini menjadi salah satu alasan banyak pemain memilih melanjutkan karier di Surabaya.
Selain ke Persebaya, beberapa pemain juga memilih klub berbeda. Victor Dethan resmi bergabung dengan Persija Jakarta untuk menjadi bagian dari proyek besar Shin Tae-yong. Sementara Sultan Zaki memilih menerima pinangan PSMS Medan, sedangkan Dzaky Asraf dikabarkan segera merapat ke Persik Kediri. Penyebaran para mantan pemain PSM ke berbagai klub besar menunjukkan kualitas skuad Juku Eja tetap mendapat pengakuan di kompetisi nasional.
Didominasi Talenta Muda
Dari sebelas pemain yang hengkang, beberapa di antaranya merupakan aset masa depan PSM. Victor Dethan, Dzaky Asraf, Sultan Zaki, dan Ricky Pratama masih berusia di bawah 23 tahun. Keempatnya merupakan hasil pembinaan yang telah mendapatkan banyak kesempatan bermain di tim senior.
Khusus Dzaky Asraf, bek kanan berusia 22 tahun itu menjadi salah satu pemain muda yang paling konsisten bersama PSM. Selama memperkuat tim senior, Dzaky mencatatkan 83 penampilan, menyumbangkan dua gol dan empat assist dengan total lebih dari 4.000 menit bermain. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan karier di klub baru.
Bukti Kualitas Akademi PSM
Media Officer PSM menilai banyaknya pemain yang diminati klub lain justru menjadi bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan PSM selama ini. Menurut Sulaiman, kualitas para pemain, khususnya pemain muda, telah terbukti mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia. "Iya, ini kan berarti para pemain PSM, termasuk pemain muda, memang punya kualitas yang bagus. Karena terbukti cukup banyak diminati oleh klub lain," katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski kehilangan banyak pemain, PSM tetap memiliki reputasi sebagai salah satu klub yang konsisten melahirkan talenta berkualitas.
Suporter Hormati Keputusan Pemain
Di sisi lain, suporter PSM memilih menghormati keputusan para pemain yang memutuskan mencari tantangan baru. Salah satu suporter PSM, Noeryana Putra, menilai setiap pemain memiliki hak menentukan masa depan kariernya selama tetap menghormati kontrak yang berlaku. "Saya kira semua pemain berhak menentukan kariernya, bagaimana masa depan yang dianggap terbaik untuk mereka. Selama kontrak tidak dilanggar, ya sah-sah saja," ujarnya.
Ia juga optimistis Dzaky Asraf tidak akan mengalami kesulitan beradaptasi di klub barunya. "Dia kan punya pengalaman main juga, pasti mudah beradaptasi. Semoga yang terbaik untuk Dzaky," katanya.
Era Baru Bersama Darije Kalezic
Perombakan besar yang terjadi di tubuh PSM menjadi bagian dari proyek membangun kembali kekuatan tim bersama pelatih Darije Kalezic. Manajemen sebelumnya telah mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk Nenad Lalic, Stefan Jevtoski, serta pemain naturalisasi Malaysia Sergio Aguero, untuk melengkapi skuad menghadapi Super League 2026/2027.
Meski harus kehilangan banyak pemain yang pernah menjadi bagian penting perjalanan PSM, manajemen berharap regenerasi berjalan mulus sehingga Pasukan Ramang tetap mampu bersaing di papan atas. Kepergian para pemain juara memang menandai berakhirnya satu era di Makassar. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi bukti bahwa PSM tetap menjadi salah satu klub yang mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang diminati banyak tim besar Indonesia.
Artikel Terkait
PSM Makassar Matangkan Lini Belakang dengan Empat Pemain Asing
Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Capai 15 Persen, Target 65 Persen Tahun Ini
PSM Makassar Mulai Persiapan Musim Baru, Latihan Perdana Dipimpin Darije Kalezic
PSM Makassar Mulai Persiapan Super League 2026/2027, Nenad Lalic Ikut Latihan Perdana