Menteri Purbaya Bahas Strategi Dorong Investasi dan UMKM di Yogyakarta

- Jumat, 17 Juli 2026 | 19:00 WIB
Menteri Purbaya Bahas Strategi Dorong Investasi dan UMKM di Yogyakarta

Menteri Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Dalem Punakawan, Jalan Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (17/7). Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas strategi mendorong investasi di DIY, khususnya untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas peluang investasi yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi DIY. Mengingat mayoritas pelaku usaha di daerah ini berasal dari sektor UMKM, pembiayaan menjadi salah satu isu krusial. Peserta menyebut tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih menjadi kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembiayaan dan ide baru agar dana perbankan dapat lebih banyak terserap ke sektor produktif.

Selain sektor pariwisata, Kadin DIY juga mendorong pengembangan investasi pada sektor jasa, industri berbasis ilmu pengetahuan, serta sektor berorientasi ekspor. Sektor-sektor itu dinilai berpotensi memberikan nilai tambah dan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi.

Purbaya menyampaikan pandangannya terhadap prospek perekonomian Indonesia menyusul pengumuman terbaru dari S&P Global. Ia menyebut kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia masih terjaga, termasuk terhadap potensi pengembangan industri pariwisata beserta sektor turunannya.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi sorotan. Purbaya menyebut penyelesaian jalan tol Solo-Yogyakarta yang berlanjut hingga Semarang, serta perkembangan infrastruktur bandara, akan meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Usai berdiskusi, Purbaya mengunjungi galeri keris di Dalem Punakawan sekaligus membahas potensi kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi. Salah satu gagasan yang mengemuka ialah mendorong kepemilikan keris sebagai bagian dari tradisi masyarakat, termasuk usulan agar setiap rumah tangga memiliki setidaknya satu keris sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi berbasis warisan budaya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags