Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas untuk paruh kedua Juli 2026 sebesar USD131.839,51 per kilogram. Angka itu turun 2,71 persen dibandingkan periode pertama Juli 2026 yang tercatat USD135.512,62 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada Harga Referensi (HR) emas, dari USD4.214,92 per troy ounce menjadi USD4.100,67 per troy ounce. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1559 Tahun 2026, yang berlaku untuk 15-31 Juli 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa pelemahan harga emas dipicu oleh beberapa faktor eksternal. "Penurunan HPE dan HR emas periode kedua Juli 2026 dipengaruhi berkurangnya permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi dan suku bunga yang masih tinggi di sejumlah negara maju mendorong investor beralih ke aset berbunga. "Hal ini berakibat pada melemahnya harga emas dan adanya sebagian investor yang melakukan aksi jual untuk mengamankan keuntungan," kata Tommy.
Penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data komprehensif dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan merujuk pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). "Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," pungkas Tommy.
Artikel Terkait
Kemendag Optimalkan Distribusi Minyakita untuk Jaga Stok dan Tekan Inflasi
Harga Patokan Ekspor Emas Turun 5,36 Persen pada Awal Juli 2026
Harga Referensi CPO Turun, Bea Keluar Juli 2026 Tetap USD148 per Metrik Ton