Ai Nurhidayat: Penghargaan Bukan Tujuan, tapi Dampak dari Kepedulian

- Jumat, 17 Juli 2026 | 20:18 WIB
Ai Nurhidayat: Penghargaan Bukan Tujuan, tapi Dampak dari Kepedulian

Kegelisahan melihat persoalan di sekitarnya mendorong Ai Nurhidayat menciptakan karya yang akhirnya mengantarkannya meraih apresiasi SATU Indonesia Awards 2019. Baginya, penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan efek samping dari ide yang lahir dari kepedulian.

Penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) Cintakarya, Pangandaran, itu membagikan kisah perjalanannya saat menjadi pembicara dalam Campus Roadshow SATU Indonesia Awards 2026 di IPB University, Bogor, Jumat (17/7). DSA Cintakarya merupakan desa binaan PT Astra International Tbk yang terletak di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Melalui kolaborasi dengan tokoh pemuda setempat dan BUM Desa Karya Sejahtera Cintakarya, desa ini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang inklusif.

Fokus utama DSA Cintakarya adalah memajukan ekonomi warga berbasis kearifan lokal, kelestarian lingkungan, serta menyediakan ruang belajar sosial seperti Kelas Multikultural. Sektor pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi desa dengan mengandalkan potensi alam dan budaya. Wisatawan dapat menikmati stalaktit di ekowisata Gua Nyalindung sepanjang 1,5 kilometer atau merasakan agrowisata lewat paket "Berlibur ke Rumah Nenek". Inovasi-inovasi itu berhasil menciptakan ekosistem wirausaha mandiri yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Kang Ai sapaan akrabnya mengenang proses membangun gagasan hingga menerima penghargaan. Menurutnya, setiap ide besar selalu berangkat dari keresahan terhadap persoalan di sekitar.

"Jadi bukan ke apa, awarding-nya, lebih ke idenya apa gitu. Nah, supaya pada saat menceritakan ide itu, barangkali ada teman-teman juga yang punya kegelisahan," ujarnya.

Kang Ai berpesan agar mahasiswa lebih dulu fokus menghasilkan karya sebelum mendaftarkan diri dalam SATU Indonesia Awards 2026. Karya yang lahir dari pengalaman dan kepedulian, kata dia, akan memiliki nilai yang lebih kuat. Ia juga mengajak mahasiswa belajar dari perjalanan para penerima apresiasi tahun-tahun sebelumnya sebagai bekal mengembangkan gagasan.

"Saya juga soalnya banyak belajar dari situ. Kan awalnya gerakan pendidikan, belum ngomongin wisata kan. Nah, saya tuh belajar wisatanya dari teman-teman yang ikut Satu Indonesia Award juga gitu," katanya.

Pria kelahiran Pangandaran itu juga menyarankan mahasiswa untuk lebih sering berinteraksi dengan masyarakat di desa. Menurutnya, banyak persoalan sekaligus potensi yang bisa ditemukan melalui kedekatan dengan warga, dan dari sanalah ide-ide bermanfaat bagi masyarakat dapat tumbuh.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags