Statistik musim ini memang suram. Hingga pekan ke-22, cuma 13 poin yang berhasil dikumpulkan dari dua kemenangan, tujuh seri, dan tiga belas kekalahan. Angka-angka itu bicara keras tentang krisis yang melanda.
Namun begitu, dukungan untuk tim pelatih dan pemain disebutkan masih mengalir. Setidaknya untuk sementara. Evaluasi akan berjalan berkala, dengan enam poin sebagai standar minimal. Kalau target ini meleset? Nasib Seslija di klub bisa dipastikan berada di ujung tanduk.
Di sisi lain, manajemen juga tak lupa menyebut peran suporter. Mereka diharap tetap solid di belakang tim. Dalam situasi kritis seperti ini, teriakan penyemangat dari tribune dianggap bisa jadi penambah tenaga ekstra bagi para pemain yang sedang terpuruk moralnya.
Jadi, inilah persimpangan bagi Persis Solo. Drama di papan bawah klasemen Super League memasuki babak paling menegangkan. Sorotan kini tertuju sepenuhnya pada Milomir Seslija dan anak asuhnya. Performa dalam dua laga mendatang bukan cuma soal angka, tapi tentang menyelamatkan harga diri dan masa depan di kasta tertinggi.
Semuanya bisa berubah dalam seminggu ke depan. Atau, justru berakhir dengan keputusan yang sudah lama diantisipasi banyak orang.
Artikel Terkait
Babak Playoff Liga Champions: Inter dan Juventus Hadapi Tantangan Berat
Veda Ega Pratama Siap Debut di Moto3 2026 Usai Tes Pramusim Impresif
Timnas Futsal Putri Indonesia Hadapi Thailand di Laga Perdana ASEAN Championship 2026
Asnawi Mangkualam Tegaskan Pilihan: Lanjutkan Karier di Luar Negeri