Di tengah riuh JICC Jakarta, Sabtu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesannya dengan nada tegas. Bukan sekadar olahraga, katanya, pencak silat adalah cerminan jati diri kita. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Menurut Prabowo, ada nilai-nilai luhur yang melekat erat dalam tradisi ini. Keberanian, kehormatan, dan kerendahan hati. Juga komitmen untuk membela apa yang benar dan adil.
Ia lantas menekankan soal sosok seorang pendekar. Kekuatan fisik saja tidak cukup. Harus ada kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan yang menyertainya. Prabowo mengingatkan sebuah prinsip: semakin tinggi ilmu seseorang, justru semakin besar tuntutan untuk bersikap rendah hati. Bukan merendahkan diri, tapi menghormati.
Di sisi lain, Presiden menyoroti satu hal yang kerap terlupakan: kebanggaan akan budaya sendiri. Di era globalisasi ini, jangan sampai kita kehilangan rasa itu. Ia memberi contoh sederhana. Dalam acara-acara kebangsaan, ia selalu bangga mengenakan pakaian daerah.
Artikel Terkait
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16