Lalu, di ganda putra, kita masih punya senjata berat. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani siap bertarung. Mereka bukan lawan sembarangan bagi siapa pun.
Ganda campuran juga tak kalah. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memimpin deretan wakil, didukung tiga pasangan lain termasuk satu cadangan. Komposisi seperti ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tim Indonesia masih punya gigi di hampir semua nomor.
All England 2026 sendiri akan digelar di Utilita Arena, Birmingham, pada 3-8 Maret mendatang. Turnamen legendaris ini selalu jadi ajang pembuktian. Prestisnya tinggi, jadi tolok ukur nyata performa atlet bulu tangkis global.
Dengan mundurnya Apriyani/Lanny, beban di pundak tiga ganda putri yang tersisa tentu jadi lebih berat. Sorotan kini mengarah pada mereka. Bisakah mereka menjaga peluang Indonesia untuk meraih hasil terbaik di Inggris? Kita tunggu saja aksinya di lapangan.
Artikel Terkait
Heineken Gelar Kampanye Nobar Liga Champions, Janjikan Perjalanan ke Final di Budapest
Ekspresi Hancur Lamine Yamal Soroti Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid
Timnas Futsal Indonesia Juara Grup B, Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026
Goh Liu Ying Beralih Peran: Dari Atlet Perak Olimpiade Jadi Pelatih dan Pengusaha