Memberi kepercayaan penuh pada pemain muda rupanya jadi keputusan yang jitu. Energi tim jadi lebih stabil. Penempatan pemain pun lebih cair, menyesuaikan karakter lawan. Hasilnya, produktivitas gol meningkat dan pertahanan terlihat lebih solid.
Ujian Terberat Menjelang Akhir Musim
Di sisi lain, manajemen United tampaknya tak mau terbuai dengan performa sementara ini. Mereka ingin lihat konsistensi Carrick sampai peluit panjang akhir musim nanti. Bulan madu sudah lewat, sekarang waktunya pembuktian.
Ujian sesungguhnya adalah menghadapi jadwal padat dan duel langsung melawan rival-rival di papan atas. Itu yang akan menentukan segalanya.
Kalau berhasil mengamankan tiket Liga Champions, jalan menuju kontrak permanen pasti terbuka lebar. Tapi kalau gagal? Wah, kemungkinan besar manajemen akan melirik nama-nama lain di bursa pelatih musim panas nanti. Margin kesalahan di Premier League musim ini sangat kecil. Satu slip, bisa berakibat fatal.
Jadi, semua mata kini tertuju pada Carrick. Bisakah dia memenuhi syarat "gila" itu? Waktunya yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Pelatih Dewa United Ingatkan Ivar Jenner: Panggilan Timnas Bukan Akhir Segalanya
Thom Haye: Persib Siap Bertempur Mati-matian untuk Pertahankan Puncak Klasemen di Padang
Tiga Striker Brasil Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Pencetak Gol Super League
Mohamed Salah Diprediksi Tinggalkan Liverpool, Liga Pro Saudi Jadi Tujuan Utama