MANCHESTER – Kabar terbaru soal masa depan Michael Carrick di Manchester United makin panas. Rupanya, manajemen klub memasang target yang bisa dibilang cukup berat untuk sang pelatih sementara. Kalau mau diangkat jadi manajer permanen, Carrick harus memenuhi satu syarat yang oleh banyak pihak disebut "gila": membawa United kembali ke Liga Champions.
Maksudnya jelas, finis minimal di posisi keempat Liga Inggris. Di tengah persaingan yang super ketat, itu bukan pekerjaan mudah.
Namun begitu, harus diakui awal kepemimpinan Carrick memang memberi harapan. Setelah era Ruben Amorim berakhir dengan carut-marut, suasana di Old Trafford perlahan membaik. Lima laga pertama United di bawah asuhannya cukup impresif – empat menang dan satu seri. Mereka bahkan belum kalah.
Catatan positif itu mendorong Setan Merah naik ke peringkat empat klasemen. Tapi jangan salah, posisi itu sama sekali tidak nyaman. Chelsea di bawah cuma selisih tipis, sementara Aston Villa di atas juga terus menekan. Belum lagi Arsenal yang masih kokoh di puncak. Jadi, zona empat besar benar-benar harga mati buat Carrick.
Lalu, apa sih yang berubah? Salah satu kuncinya ada di taktik Carrick yang lebih fleksibel. Dia berani ambil risiko, dan itu terlihat dari bagaimana dia memperlakukan Kobbie Mainoo.
Gelandang muda itu kembali jadi pilar utama di lini tengah. Sejak Carrick datang, Mainoo seperti menemukan ruang geraknya lagi.
Memberi kepercayaan penuh pada pemain muda rupanya jadi keputusan yang jitu. Energi tim jadi lebih stabil. Penempatan pemain pun lebih cair, menyesuaikan karakter lawan. Hasilnya, produktivitas gol meningkat dan pertahanan terlihat lebih solid.
Ujian Terberat Menjelang Akhir Musim
Di sisi lain, manajemen United tampaknya tak mau terbuai dengan performa sementara ini. Mereka ingin lihat konsistensi Carrick sampai peluit panjang akhir musim nanti. Bulan madu sudah lewat, sekarang waktunya pembuktian.
Ujian sesungguhnya adalah menghadapi jadwal padat dan duel langsung melawan rival-rival di papan atas. Itu yang akan menentukan segalanya.
Kalau berhasil mengamankan tiket Liga Champions, jalan menuju kontrak permanen pasti terbuka lebar. Tapi kalau gagal? Wah, kemungkinan besar manajemen akan melirik nama-nama lain di bursa pelatih musim panas nanti. Margin kesalahan di Premier League musim ini sangat kecil. Satu slip, bisa berakibat fatal.
Jadi, semua mata kini tertuju pada Carrick. Bisakah dia memenuhi syarat "gila" itu? Waktunya yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ratchaburi di GBLA Malam Ini, Target Balikkan Hasil Leg Pertama
PSIS Semarang Turunkan Target: Bertahan Jadi Prioritas Utama Musim Depan
Juventus Hadapi Ujian Tandang Berat di Markas Galatasaray
Gary Neville Soroti Kesalahan Fatal Amorim: Hancurkan Kobbie Mainoo